Contoh Propaganda dalam Berbagai Bidang

Diposting pada

Propaganda di Masyarakat

Propaganda merupakan informasi yang bertujuan untuk mempengaruhi pikiran atau jalan pikiran masyarakat serta kelompok tertentu. Propaganda ini sering dikonotasikan negatif karena sejarah kekuasaan dalam sistem pemerintahan mampu untuk dikontrolnya.

Secara sederhana, propaganda bertujuan untuk mempromosikan atau menghancurkan obyek atau subyek tertentu. Agar lebih jelas mengenai maksud propaganda, pada artikel ini membahas mengenai contoh propaganda dalam berbagai bidang.

Propaganda

Istilah propaganda dikenal melalui karya Congregatio de Propaganda Fide (Kongresi Penyebaran Iman), sebuah organisasi para cardinal Katolik Roma yang didirikan pada 1622 untuk melanjutkan pekerjaan misionaris. Propaganda juga digunakan dalam menyatakan tujuan Perang Dunia I dan II. Sekarang ini, kita bisa melihat propaganda mengenai janji kampanye.

Pengertian Propaganda

Propaganda adakah upaya yang kurang lebih sistematis untuk memanipulasi kepercayaan, sikap, atau tindakan orang lain melalui simbol (kata-kata, gerakan, spanduk, monumen, musik, pakaian, lencana, gaya rambut, desain pada koin dan perangko, pos, dan sebagainya).

Pihak yang melakukan propaganda memiliki tujuan atau serangkaian tujuan yang ditentukan. Untuk mencapainya mereka sengaja mencari fakta, argumen, dan menampilkan simbol serta menyajikannya dengan cara yang menurut mereka memiliki efek yang besar.

Mereka memaksimalkan efek dengan menghilangkan atau mengubah fakta terkait bahkan dengan kebohongan. Mereka mengalihkan perhatian reaktor (pihak yang diserang melalui propaganda) dari segala sesuatu agar fokus pada apa yang  mereka propagandakan.

Propaganda Menurut Para Ahli

Beberapa pendapat  para ahli mengenai definisi propaganda, antara lain sebagai berikut:

  1. Dr. Philip Taylor, Pada hakikatnya, propaganda itu sendiri bisa memiliki tujuan buruk dan bisa memiliki tujuan baik. Propaganda ini hanyalah sebuah metode yang dirancang untuk membujuk orang untuk berpikir, berperilaku dengan cara tertentu. Seperti pada masa perang biasanya propaganda membuat mereka untuk berperang atau mendukung perjuangan.
  2. Doob, Arti propaganda yaitu upaya untuk mempengaruhi kepribadian dan untuk mengendalikan perilaku individu terhadap tujuan yang dianggap ilmiiah maupun bernilai diragukan dalam masyarakat pada waktu tertentu.
  3. Dovring dan Lasswell, Definisi propaganda adalah kata yang ditakuti atau dihindari oleh semua orang yang objektif dan karenanya menjadi sumber kegelapan dan ketidakjelasan karena tidak ada yang mau membicarakannya. Akan tetapi bagaimanapun juga semua orang tetap menggunakannya.
  4. Qualter, Maksud dari propaganda adalah upaya yang disengaja oleg beberapa individu atau kelompok untuk membentuk, mengendalikan, atau mengubah sikap kelompok lain melalui komunikasi. Tujuannya adalah agar dalam situasi apa pun reaksi orang-orang yang sangat terpengaruh akan seperti yang diinginkan oleh pihak yang melakukan propaganda.
  5. Merriam Webster, Istilah propaganda dimaknai dengan penyebaran ide, informasi, atau desas-desus dengan tujuan membantu atau melukai institusi, sebab, atau seseorang. Propaganda berupa ide, fakta atau tuduhan yang disebarkan dengan sengaja untuk memperjuangkan tujuan seseorang atau untuk merusak tujuan yang berlawanan.

Contoh Propaganda

Contoh propaganda yang sudah pernah dan biasanya terjadi di dalam kehidupan antara lain sebagai berikut:

Propaganda Perang (Adolf Hitler)

Salah satu pakar propaganda terkenal dalam sejarah perang adalah Adolf Hitler. Penggunaan propaganda perang Hitler meyakinkan negaranya yang memiliki cita-cita Sosialisme Nasional akhirnya mengakibatkan Holocaust dan pembasmian orang-orang Yahudi. Pada tahun 1945, Hitler menulis pernyataan politik yang menggambarkan ketidaksukannya terhadap orang-orang Yahudi dan meminta bahwa setelah kematiannya orang-orang tetap teguh pada keyakinan mereka.

Wasiatnya tertulis bahwa tidak benar jika Hitler dan orang Jerman yang menginginkan perang tahun 1939. Hitler menuliskan bahwa keinginan perang itu hasil provoksi Yahudi untuk kepentingan Yahudi.

Pada akhir wasiatnya, dia memerintahkan pemerintah dan masyarakat untuk menagakkan hukum ras tanpa batas dan tanpa ampun terhadap semua tahanan Yahudi. Propaganda Hitler tersebut berhasil mendapat dukungan tantara dan negaranya yang menyebabkan pecahnya Perang Dunia II. Banyak poster yang bertuliskan “Kami akan mengikuti Anda”.

Propaganda Ekonomi  (Propaganda Cina)

Pada tahun 2012 ketika terjadi pertengkaran antara Jepang dan Cina di kepulauan Senkaku. Propaganda anti Jepang oleh pemerintah Cina menyebabkan penjualan mobil Jepang merosot sekitar 50 % dalam satu bulan. Hal yang sama terjadi pada perusahaan Korea.

Perselisihannya dengan Cina mengenai pemasangan sistem anti rudal di Korea Selatan. Selama perselisihan, konsumen Cina diboikot dan memberikan pukulan keras kepada perusahaan rias Korea, sektor pariwisata dan raksasa K-Pop.

Propaganda yang dilakukan Cina bertujuan agar pemerintah Cina jauh dari gangguan penjualan. Sebagian besar produk Jepang dan Korea yang mendapat pukulan keras, sebenarnya diproduksi di Cina. Apabila propaganda diciptakan maka akan menimbulkan kerugian bagi Cina sendiri.

Propaganda Politik (Kampanye Capres dan Cawapres)

Pencalonan presiden tidak luput dari propaganda. Pendukung kubu A menyebarkan hal buruk mengenai pihak lawan. Mencari kesalahan pihak B, melakukan fitnah agar masyarakat berubah pikiran memilih pihak yang didukung.

Hal ini bisa kita sebut sebagai black campaign. Pihak A berusaha menjelek-jelekkan calon yang didukung supaya seakan-akan pihak B telah melakukan fitnah. Tujuannya adalah untuk mendapat simpati dan dukungan dari pemerintah.

Propaganda Pendidikan (Sekolah Favorit)

Ada masa di mana terdapat sekolah favorit dan sekolah buangan. Sekolah yang mendapat label sekolah berstandar internasional di dalam masyarakat dianggap sekolah yang sangat baik. Hal itu juga membuat sekolah-sekolah swasta didirikan dan menjadi tren bahwa sekolah swasta internasional memiliki kualitas tinggi.

Masyarakat berlomba-lomba masuk ke sekolah swasta favorit meskipun harga mahal. Akibatnya terjadi ketidakmerataan pendidikan. Siswa yang memiliki nilai tinggi berada dalam sekolah yang sama, begitu sebaliknya.

Propaganda Kesehatan ( Penyebaran Virus)

Pada tahun 2020, terdapat virus yang menyerang sebagian besar negara di dunia. Awalnya, hanya sedikit jumlah orang yang terinfeksi, Jumlah tersebut semakin meningkat. Media sosial memberitakan virus tersebut yang penyebarannya sangat mudah dan terus meningkat.

Hingga akhirnya menimbulkan panic buying untuk alat kesehatan yang berhubungan dengan virus tersebut. Handsanitizer dan masker dijual berkali lipat yang menguntungkan oknum tertentu.

Propaganda Kebijakan (Propaganda Jepang terhadap Indonesia)

Pada era sebelum kemerdekaan Indonesia, Jepang melakukan propaganda dengan melakuka gerakan Tiga A yaitu Nippon Pelindung, Pemimpin dan Cahaya Asia. Gerakan ini meliputi berbagai bidang pendidikan s. serta berusaha melindungi Indonesia. Tujuan nya adalah menarik simpati masyarakat Indonesia agar mau bekerja sama dengan Jepang.

Propaganda Persenjataan Nuklir (Propaganda Amerika Serikat terhadap Iran)

Kasus plintiran informasi terjadi pada Ahmaninejad pada tahun 2006. Ahmaninejad memberi pernyataan dalam jumpa pers mengenai rekayasa teknologi nuklir. Wartawan CNN menyiarkan beritanya dengan mengubah kata teknologi dengan kata senjata.

Sejak saat itu, Iran dimusuhi oleh banyak negara di seluruh dunia dengan dimotori oleh Amerika Serikat. Iran dituduh melakukan/rekayasa senjata nuklir. Padahal  terdapat perbedaan makna antara kata senjata dan teknologi. CNN dibaned dari Iran selama kurang lebih satu tahun dan akhirnya CNN meminta maaf atas kekeliruannya.

Propaganda Agama (Kristenisasi Relawan Kemanusiaan di Lombok)

Pada tahun 2018, terjadi propaganda agama di Lombok, NTB. Pihak yang melakukan propaganda membuat isu bahwa terjadi pembaptisan bagi relawan kemanusiaan yang ada di Lombok. Tujuannya adalah mempengaruhi masyarakat untuk pindah agama.

Hal ini akan merusak harmonisasi, kerukunan, dan hubungan antar umat manusia. MUI meminta kasus agar diselesaikan oleh pihak yang berwenang atas propaganda agama atau kristenisasi tersebut.

Propaganda Ideologi (ISIS)

Redupnya ISIS, tidak menutup kemungkinan bahwa gerakan radikal masih banyak. Organisasi ISIS mengatasnamakan Islam dan mengunggah video sadis serta menyebarnya di dunia maya. Kelompok tersebut mengindikasikan ekspandi radikalisme yang dibenarkan.

Mereka membentuk kekuatan untuk mendukung organisasinya. Ideologi yang disebarkan ISIS sangat berbahaya sehingga membutuhkan pendidikan sejak dini mengenai makna radikalisme.

Propaganda Gender (LGBT)

LBGT semakin dikenal dan berkembang seiring perkembangan teknologi informasi. Masyarakat dengan kondisi yang sama membentuk jaringan dan membuat masyarakat lain menerima keberadaan mereka. Kelompok tersebut mengatasnamakan HAM dan seakan pemerintah memperbolehkan keberadaannya. Bahayanya adalah anak-anak juga ikut dalam kelompok tersebut dan merasa dirinya sama dengan mereka.

Propaganda Produk (Iklan produk di media massa)

Media massa mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat. Banyaknya iklan di televisi, media sosial, brosur, surat kabar hingga majalah mengakibatkan masyarakat tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan. Padahal sebagian besar masyarakat tidak membutuhkan barang yang ditawarkan. Seperti kosmetik dari Korea, masyarakat berlomba-lomba untuk membeli bahkan berkembang banyak reseller yang menjual barang sama dengan waktu yang cepat.

Propaganda Kebudayaan (Budaya Korea)

Drama Korea dan K-Pop berkembang pesat di Indonesia. Drama Korea menyuguhkan kehidupan sehari-hari yang memuat kebudayaan mereka. Kebudayaan tersebut diadopsi oleh masyarakat Indonesia mulai dari gaya berpakaian, bahasa, cara berdandan, hingga makanan. Adopsi budaya dari luar terkadang menyebabkan lunturnya kebudayaan asli.

Propaganda Gaya Hidup (Hedonisme)

Sekarang banyak artis yang terjun dalam dunia youtube. Mereka memperlihatkan kebiasaan sehari-harinya melalui vlog. Banyak orang di sana juga memperlihatkan rumah mewahnya, pakaian mahal, koleksi sepatu branded dan tas yang limited edition.

Secara tidak langsung membuat publik mengetahui barang mewah dan berusaha untuk memiliki seperti apa yang idolanya punya. Gaya hidup mewah dalam arti hedonisme juga melanda masyarakat yang sebenarnya hidup pas-pasan.

Propaganda Doktrin (Penyebaran doktrin anti pemerintah)

Propaganda sifatnya agresif. Seseorang yang merasa kecewa dengan pemerintah berusaha menyebarkan doktrin mosi tidak percaya kepada pemerintah dengan segala argumen yang dimilikinya. Sehingga banyak sekali orang-orang yang tidak percaya terhadap pemerintahan bahkan menghujat pemimpin melalui media sosial tanpa mengetahui kebenarannya.

Propaganda Ratio (Sumpah Pemuda)

Tertanam dari dalam diri setiap bangsa Indonesia bahwa tanggal 28 Oktober adalah hari Sumpah Pemuda. Isi dari Sumpah Pemuda digunakan sebagai pengingat serta menyatukan para pemuda Indonesia agar terus bersatu demi kelangsungan hidup bangsa.

Itulah tadi ulasan yang bisa kami berikan pada segenap pembaca berkaitan dengan contoh propaganda yang ada di Indonesia dan berbagai belahan dunia dalam berbagai bidangnya. Semoga memberikan wawasan serta bahan pertimbangan yang mendalam.

Datar Pustaka
  • https://www.britannica.com/topic/propaganda
  • https://web.stanford.edu/class/e297a/War%20Reporting%20on%20the%20U.S.%20War%20in%20Iraq.htm
  • https://www.merriam-webster.com/dictionary/propaganda
  • https://www.deliknews.com/2020/03/18/mewaspadai-radikalisme-di-masyarakat/
Gambar Gravatar
Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *