Pengertian Hedonisme, Macam, Ciri, Dampak, dan Contohnya

Diposting pada

Hedonisme Adalah

Hedonisme, jika berkaitan dengan arti etika, ini merupakan istilah umum untuk semua teori perilaku di mana kriterianya adalah kesenangan. Bentuk paling awal dan paling ekstrim dari hedonisme adalah Cyrenaics seperti yang dinyatakan oleh Aristippus, yang berpendapat bahwa tujuan kehidupan yang baik harus menjadi kesenangan hidup saat ini.

Karena, seperti yang dipertahankan Protagoras, pengetahuan semata-mata adalah sensasi sesaat, tidak ada gunanya mencoba menghitung kesenangan di masa depan dan menyeimbangkan rasa sakit terhadapnya. Seni kehidupan sejati adalah memadati sebanyak mungkin kenikmatan dalam setiap momen. Untuk memeprjelas pemahaman kita tentang hedonisme, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, macam, ciri, dampak, dan contohnya.

Hedonisme

Hedonisme adalah aliran pemikiran yang berpendapat bahwa mengejar kesenangan dan barang-barang intrinsik adalah tujuan utama atau paling penting dari kehidupan manusia. Seorang hedonis berusaha untuk memaksimalkan kenikmatan bersih (kesenangan dikurangi rasa sakit). Namun setelah akhirnya mendapatkan kesenangan tersebut, kebahagiaan mungkin tetap diam.

Aliran pemikiran ini  muncul pada awal sejarah filsafat sekitar tahun 433 SM. Hedonisme berupaya untuk menjawab pertanyaan filsafat mengenai “apa yang menjadi hal terbaik bagi manusia?” Hal tersebut diawali oleh Sokrates yang menanyakan tentang apa yang sebenarnya menjadi tujuan akhir manusia.

Lalu Aristippos dari Kyrene (433-355 SM) memberikan jawaban bahwa yang menjadi hal terbaik bagi manusia ialah kesenangan. Aristippos mengemukakan bahwa manusia sejak masa kecilnya selalu mencari kesenangan dan jika tidak mencapainya, manusia tersebut akan mencari sesuatu yang lain lagi.

Pandangan tentang ‘kesenangan’ (hedonisme) tersebut kemudian dilanjutkan seorang filsuf Yunani lain bernama Epikuros (341-270 SM).Menurut pendapat Epikuros, tindakan manusia yang mencari kesenangan merupakan kodrat alamiah.

Meskipun demikian, hedonisme Epikurean lebih luas dikarenakan bukan hanya mencakup kesenangan badani saja, seperti Kaum Aristippos, tapi kesenangan rohani juga, seperti terbebasnya jiwa dari keresahan.

Pengertian Hedonisme

Hedonisme adalah serangkaian pandangan hidup yang beranggapan bahwa orang akan menjadi bahagia/senang dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan.

Hedonisme ini pada akhirnya menjadi ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan adalah tujuan hidup dan tindakan manusia. Aliran pemikiran dalam hedonis ada tiga yaitu Cyrenaics, Epikureanisme, dan Utilitarianisme.

Dilihat dari etomologi, Hedonisme awalnya berasal dari kata Yunani “hedone”, yang berarti “kesenangan” Di Yunani Kuno, hedonisme benar-benar memiliki komponen etis, dan penganutnya benar-benar percaya bahwa masyarakat akan lebih baik jika mereka sebagai individu mengolah hal-hal yang memberi mereka kesenangan terbesar, alih-alih penyangkalan diri yang melekat dalam filsafat dan agama lain.

Pengertian Hedonisme Menurut Para Ahli

Adapun definisi hedonisme menurut para ahli, antara lain sebagai berikut;

Burhanuddin (1997: 81)

Hedonisme ialah sesuatu yang dianggap baik, sesuai dengan kesenangan yang didatangkannya. Atau dengan kata lain, sesuatu yang hanya mendatangkan kesusahan, penderitaan, dan tidak menyenangkan merupakan sesuatu yang dinilai tidak baik.

Collins Gem (1993:97)

Hedonisme merupakan sebuah doktrin yang menyatakan bahwa kesenangan ialah hal yang paling penting dalam hidup. Atau dengan kata lain, hedonisme ialah paham yang dianut oleh orang-orang yang mencari kesenangan hidup semata-mata.

Sarwono (1989:14)

Hedonisme merupakan konsep diri, dimana gaya hidup seseorang dijalani sesuai dengan gambaran yang ada dipikirannya. Misalnya, seorang olahragawan, biasanya memiliki gaya hidup yang sehat. Hal ini merupakan prinsip hidup dan menjadi kesenangan tersendiri bagi mereka.

The Basic Of Philosophy

Hedonisme adalah filosofi bahwa kesenangan adalah pengejaran terpenting umat manusia, dan satu-satunya hal yang baik untuk seorang individu. Hedonists, oleh karena itu, berusaha untuk memaksimalkan kesenangan total mereka (jaring kesenangan apa pun dikurangi rasa sakit atau penderitaan).

Mereka percaya bahwa kesenangan adalah satu-satunya kebaikan dalam hidup, dan rasa sakit adalah satu-satunya kejahatan, dan tujuan hidup kita seharusnya untuk memaksimalkan kesenangan dan meminimalkan rasa sakit.

Merriam-Webster

Hedonism dapat didefinisikan sebagai doktrin bahwa kesenangan atau kebahagiaan adalah satu-satunya atau kebaikan utama dalam hidup

Macam Hedonisme

Hedonisme yang berkembang di dalam kehidupan masyarakat akan memiliki bermacam-macam bentuk, antara lain;

Psychological Hedonism (Hedonism psikologis)

Hedonisme psikologis merupakan hedonism yang menganggap kesenangan adalah tujuan tunggal dari keinginan atau pengejaran. Ini dapat dilakukan atas dasar pengamatan, atau dianggap didikte oleh signifikansi ‘keinginan.’ Hedonisme psikologis, dalam psikologi filosofis merupakan pandangan bahwa semua tindakan manusia pada akhirnya dimotivasi oleh keinginan untuk kesenangan dan menghindari rasa sakit.

Dapat dikatakan juga bahwa hedonisme psikologis adalah aspek esensial dari sifat manusia untuk mencari kesenangan dan menghindari rasa sakit; manusia tidak bisa bertindak dengan cara lain apa pun. Manusia akan selalu bertindak dengan cara yang, menurut pemahamannya, akan menghasilkan apa yang dia anggap sebagai kesenangan terbesar, atau melindunginya dari rasa sakit yang tidak diinginkan.

Hedonisme psikologis sering merupakan bentuk egoisme, disibukkan dengan kesenangan dari subjek individu, tetapi juga dapat dikaitkan dengan kesenangan masyarakat atau kemanusiaan secara keseluruhan. Versi altruistik hedonisme psikologis melibatkan keyakinan mendalam, keyakinan budaya atau agama yang memotivasi seseorang untuk bertindak demi kepentingan keluarga atau masyarakat, atau harapan akhirat.

Ini telah didukung oleh berbagai pemikir terkemuka, termasuk Epicurus, Jeremy Bentham, dan John Stuart Mill, dan diskusi penting tentang itu juga dapat ditemukan dalam karya-karya Plato, Aristoteles, Joseph Butler, G.E. Moore, dan Henry Sidgwick.

Evaluate Hedonism (Hedonisme evaluatif)

Hedonism evaluatif merupakan hedonisme yang menganggap bahwa kesenangan adalah apa yang seorang inginkan dan kejar. Dalam konsep ini, hanya kesenangan yang berharga dan rasa sakit atau ketidaksenangan adalah hal yang membuat kecewa dan dianggap sesuatu yang tidak layak untuk dirasakan.

Hedonisme evaluatif adalah upaya untuk menetapkan tujuan tertentu yang diinginkan, dan untuk meyakinkan orang lain bahwa tujuan-tujuan ini harus dikejar, dan mencapainya akan menghasilkan kesenangan. Hedonisme evaluatif kadang-kadang digunakan untuk mendukung atau membenarkan sistem dalam arti nilai-nilai moral yang ada.

Banyak sistem moral altruistik dan utilitarian adalah dari jenis ini, karena mereka mendorong individu untuk mengorbankan atau membatasi kepuasan indera langsung demi kepuasan yang lebih rasional, seperti kepuasan melayani orang lain, atau pemeliharaan masyarakat yang egaliter di mana setiap individu menerima manfaat tertentu. Hedonisme evaluatif memunculkan masalah dalam menentukan dengan tepat apa tujuan yang diinginkan, dan mengapa.

Hedonisme evaluatif disebut juga hedonisme etis, yaitu gagasan bahwa semua orang memiliki hak untuk melakukan segala daya mereka untuk mencapai kesenangan sebesar mungkin bagi mereka. Ini juga merupakan gagasan bahwa kesenangan setiap orang harus jauh melebihi jumlah rasa sakit mereka.

Hedonisme etis dikatakan telah dimulai oleh Aristippus dari Kirene, seorang siswa Socrates. Dia berpendapat bahwa kesenangan adalah kebaikan tertinggi.

Rationalizing Hedonism (Hedonisme rasional)

Hedonisme reflektif merupakan hedonisme yang menunjukkan bahwa seseorang mengejar kesenangan tetapi memahami konsekuensinya. Misalnya, seseorang yang mengonsumsi narkotika untuk mencari kesenangan dan lepas dari masalah hanya untuk sesaat, tapi dia juga tahu bahwa ini tidak baik untuk kesehatan dan dapat membawanya ke jalur hukum.

Hedonisme reflektif disebut juga hedonism normatof, yaitu adalah klaim bahwa semua dan hanya kesenangan memiliki nilai atau nilai, dan semua dan hanya rasa sakit yang memiliki nilai tidak pantas. hedonism rasional disebut juga hedonism reflektif atau normative, yaitu hedonisme yang berupaya mendefinisikan nilai dalam hal kesenangan.

Bahkan pengejaran manusia yang paling rumit pun dikaitkan dengan keinginan untuk memaksimalkan kesenangan, dan keinginan itulah yang menjadikannya rasional. Keberatan untuk menentukan nilai berdasarkan kesenangan termasuk fakta bahwa tidak ada keadaan umum atau properti yang ditemukan dalam semua pengalaman kesenangan, yang dapat digunakan untuk membangun pengukuran objektif.

Tidak semua pengalaman kesenangan dapat dianggap berharga, terutama jika itu timbul dari kegiatan kriminal atau kelemahan karakter, atau menyebabkan kerugian bagi orang lain. Keberatan lain adalah bahwa ada banyak jenis pengalaman berharga lainnya selain pengalaman kesenangan langsung, seperti menjadi orang tua yang baik, menciptakan karya seni atau memilih untuk bertindak dengan integritas.

Meskipun contoh-contoh tersebut dapat dikatakan menghasilkan semacam kesenangan altruistik, sangat sulit untuk dikategorikan dan diukur. Hedonisme normatif menentukan nilai semata-mata sesuai dengan kesenangan yang dialami, tanpa memperhatikan kesenangan atau rasa sakit di masa depan yang dihasilkan dari tindakan tertentu.

Ciri Hedonisme

Perilaku atau pandangan hedonisme yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari akan memiliki karakteristik, diantaranya yaitu;

  1. Tujuan utamanya ialah kepuasan atau kenikmatan pribadi
  2. Mengesampingkan atau tidak peduli dengan perasaan, kebahagiaan orang lain dalam memenuhi keinginan.
  3. Materialis, tidak pernah merasakan puas dengan yang ada, selalu mencari harta yang lebih dan kekayaan adalah unsur yang sangat penting dalam kehidupan.
  4. Konsumtif, lebih mementingkan keinginan dalam mendapatkan sesuatu, bukan mementingkan kebutuhan.
  5. Pergaulan bebas.
  6. Diskriminatif, pengertian deskriminasi adalah memilah individu dengan dasar kekayaan dan menganggap dirinya lebih tinggi dibanding orang lain menjadikan lebih terlihat sombong.

Dampak Hedonisme

Hedonisme dapat berdampak pada kehidupan seseorang di masyarakat, diantaranya yaitu sebagai berikut;

Individualisme

Orang-orang yang memiliki perilaku hedonisme cenderung individualis, atau beranggapan bahwa dirinya sendiri lebih penting dibandingkan orang lain.

Konsumtif

Kebiasaan dalam mengonsumsi atau membeli barang-barang yang tak dibutuhkan adalah dampak buruk dari hedonisme. Hal tersebut dilakukan hanya untuk kesenangan semata, karena senang berbelanja.

Egois

Masih berhubungan dengan individualis, orang-orang yang memiliki perilaku hedonisme biasanya akan lebih mementingkan diri sendiri tanpa mempedulikan orang lain.

Cenderung Pemalas

Orang yang telah terjerumus pada sikap hedonisme di dalam prilaku kehidupannya biasanya cenderung menjadi pemalas dan tidak menghargai waktu.

Kurang Bertanggungjawab

Bukan hanya menjadi pemalas, para penganut hedonisme biasanya kurang bertanggungjawab, bahkan kepada dirinya sendiri.

Boros

Orang-orang yang memiliki gaya hidup hedonism sangat boros demi kesenangan semata. Mereka akan mengeluarkan banyak uang untuk hal-hal yang membuat mereka senang tanpa mempedulikan manfaat dan kegunaan barang yang dibeli.

Korupsi

Salah satu dampak hedonisme yang paling sering terjadi pada seseorang yaitu kebiasan untuk menjalakan prilaku dalam arti korupsi. Bukan hanya korupsi uang, melainkan juga hal lain, seperti korupsi waktu, korupsi pekerjaan, dan lain sebagainya.

Contoh Hedonisme

Adapun contoh hedonisme, misalnya:

  1. Jalan-jalan di Mall, shoping atau berbelanja barang-barang konsumtif yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
  2. Nongkrong-nonkrong dengan teman-teman dan menghabiskan banyak uang.
  3. Perilaku merusak tembok, mencorat-coretnya demi kesenangan atau keisengan.
  4. Gaming atau bermain game sampai kecanduan karena terlalu senangnya hingga melupakan waktu-waktu emasnya untuk meningkatkan kualitas dirinya atau untuk sesuatu yang berharga.
  5. Olah raga yang tujuannya hanya diperuntukkan untuk memenuhi kesenanagan jasamaniyah maka ini juga merupakan perilaku hedonis.

Demikianlah tadi artikel yang dapat dibagikan terkait dengan pengertian hedonisme menurut para ahli, macam, karakteristik, dampak, dan contohnya di dalam kehidupan sehari-hari. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan edukasi mendalam bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *