Pengertian Intimidasi, Ciri, Prinsip dan Contohnya

Posted on
Pengertian Intimidasi, Ciri, Prinsip dan Contohnya
Intimidasi adalah

Intimidasi sering terjadi dalam interaksi sosial kita setiap hari. Terdapat orang-orang yang melakukan intimidasi fisik. Intimidasi atau memaksakan kerena kepribadian, kecerdasan, kekayaan, atau status sosial mereka. Intimidasi sendiri merupakan bentuk perilaku anti sosial yang dipersonalisasi, yang ditujukan khusus individu.

Pelaku dan korban hingga saat ini cenderung hidup dalam kondisi yang sama dalam arti pluralisme masyarakat. Sebuah tindalkan yang dilakukan oleh seseorang tentang intimidasi adalah sebuah tindakan yang dapat menyebabkan orang tersebut takut pada kecederaan.

Namun, dengan meningkatnya penggunaan dan akses ke media sosial, pelaku bisa melakukan kepada orang yang tidak berada di dekatnya. Untuk lebih memahami mengenai intimidasi, maka pada artikel ini disajikan pengertian, ciri, prinsip dan contoh intimidasi yang pernah terjadi.

Intimidasi

Intimidasi dapat melibatkan tindak kriminal. Perilaku tersebut diantaranya pelecehan verbal atau rasisme hingga pelecehan fisik dan penyerangan pada benda yang dimiliki. Orang-orang yang mudah diintimidasi adalah orang yang merasa harga diri adalah sebuah tantangan. Tindakan intimidasi juga merupakan sebuah tindakan yang menyimpang dari nilai pancasila.

Terkadang perilaku tersebut dilakukan karena alasan yang tidak mereka sadari. Bahkan, orang yang biasa saja dan merasa aman pun terkadang diintimidasi. Dampak yang terjadi jika melakukan intimidasi fisik tentu menyakiti fisik. Sedangkan intimidasi verbal menyebabkan orang lain depresi.

Pengertian Intimidasi

Intimidasi merupakan tindakan melakukan penindasan kepada orang yang lebih lemah baik secara verbal maupun non verbal untuk membuat orang melakukan sesuatu karena merasa takut atau malu-malu. Intimidasi berkaitan erat dengan harga diri. Harga diri yang kuat tidak bergantung pada atribut eksternal. Setiap orang harus memahami kekuatan yang ada dirinya dalam menghadapi tantangan.

Pengertian Intimidasi Menurut Para Ahli

Definisi mengenai intimidasi yang diungkapkan oleh beberapa tokoh dan kamus adalah sebagai berikut:

  1. Merriam Webster

Intimidasi memiliki arti membuat takut untuk memaksa atau menghalangi seolah-olah ancaman. Pada arti lain, intimidasi berarti mengisyaratkan untuk mendorong orang merasakan takut atau supaya orang lain merasa rendah diri.

  1. Cambridge Dictionary

Sinonim dari intimidasi adalah mengancam. Tujuannya adalah untuk menakuti atau mengancam seseorang. Biasanya untuk membujuk orang lain agar melakukan sesuatu sesuai kehendak pengancam. Intimidasi memiliki banyak wajah, tetapi langsung dikenali sebagai kekuatan yang menyebabkan seseorang meragukan persepsi mereka tentang kenyataan Hal ini merupakan taktik untuk mengendalikan orang lain.

  1. Wiqiquote

Pengertian dari intimidasi adalah perilaku yang dilakukan secara sengaja oleh seseorang atau sekelompok orang hingga menyebabkan orang lain merasakan takut dengan cedera atau bahaya. Tidak perlu membuktikan bahwa perilaku itu sangat kejam hingga menimbulkan terror atau bahwa korban benar-benar ketakutan.

  1. Ratno Lukito

Ratno Lukito berpendapat bahwa intimidasi adalah sebuah tindakan yang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan untuk memaksa orang lain menuruti apa yang kita inginkan sehingga orang tersebut dapat melakukan hal tertentu sesuai dengana apa yang diperintahkan.

  1. Peter Randall

Peter randall mengungkapkan bahwa intimidasi adalah perilaku seseorang dalam melakukan tindakan agresif yang disenagaja ataupun dilakukan tidak senagaja yang bertujuan untuk membuat tekanan kepada orang lain baik secara fisik atau non fisik.

Ciri Intimidasi

Karakteristik dari sebuah perilaku intimidasi yang dapat kita saksikan antara lain sebagai berikut:

  1. Terjadinya perilaku yang agresif dan gangguan selama periode waktu tertentu

Intimidasi dilakukan bukan hanya satu kali, namun secara terus menerus. Tujuan dilakukan intimidasi adalah untuk membuat orang lain tertekan dan gelisah, sehingga tindakan atau perilaku in sebaiknya tidak untuk dilakukan atau harus dihilangkan.

  1. Adanya ancaman untuk membunuh atau membahayakan tetangga, penghuni lain dan anggota keluarga mereka

Biasanya korban mengalami ancaman yang kemungkinan tidak hanya merugikan dirinya saja. Ancaman juga melibatkan keluarga bahkan teman dekat korban. Maka dar itu seseorang yang sudah melakukan intimidasi seharusnya mendapatkan hukuman yang setimpal.

  1. Membuat orang merasa dalam bahaya dan ketakutan

Tujuan dilakukannya intimidasi adalah untuk membuat orang lain merasa dalam bahaya dan ketakutan kerana ancaman yang diberikan oleh intimitator. Ketika merasa terancam keamanannya, maka dengan terpaksa mereka akan mau melakukan apapun yang disuruh atau diminta oleh intimitator.

  1. Menimbulkan kerugian psikis, fisik bahkan materi

Dampak yang sangat nampak dari adanya intimidasi adalah kondisi psikis korban yang terganggu. Selain rasa gelisah dan takut, korban bisa mengalami depresi. Intimidasi juga menimbulkan kerugian fisik ketika ancaman yang diberikan oleh intimitator adalah kekerasan fisik. Bahkan, banyak juga intimitator yang meminta sejumlah materi agar korban tidak lagi diberi tekanan.

  1. Memungkinkan korban sakit hati dan melakukan pembalasan

Sakit hati yang dialami korban secara mental dapat memicu pembalasan dendam kepada intimitator. Hal ini dilakukan apabila korban sudah pulih dari rasa trauma dan menyadari penindasan akan hal tersebut dan setelah itu para korban intimidasi akan lebih mempunyai rasa balas dendam.

  1. Bisa dilakukan secara verbal maupun fisik

Intimidasi yang biasa dilakukan adalah dengan melakukan kekrasan fisik kepada korban. Namun, intimidasi juga sering dilakukan oleh intimitator. Ancaman secara verbal menimbulkan dampak yang lebih besar kepada kondisi mental korban. Biasanya banyak orang melakukan intimidasi secara verbal, namun tidak menyadarinya.

  1. Bisa dilakukan secara langsung maupun tidak langsung melalui media sosial

Intimidasi dilakukan secara langsung kepada korban secara fisik maupun mental. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, intimidasi biasa dilakukan secara tidak langsung. Intimidasi dilakukan melalui media. Target intimidasi bukan hanya orang biasa. Bahkan, selebriti, orang berpengaruh maupun orang yang mempunyai posisi tinggi negara bisa menjadi target intimidasi melalui media sosial.

  1. Permintaan intimitator atau pelaku tidak beralasan

Permintaan pelaku intimidasi kepada korban tidak berasalan. Artinya, permintaan tidak bedasarkan pada peraturan atau perjanjian yang disepakati sebelumnya. Perbuatan yang korban akan lakukan tidak mempunyai dasar, bahkan dapat membahayakan korban sendiri.

Prinsip Intimidasi

Prinsip-prinsip suatu hal dikatakan intimidasi antara lain sebagai berikut:

  1. Intimidasi digunakan untuk membuat orang melakukan sesuatu tanpa ada otoritas yang resmi

Seseorang melakukan intimidasi ketika ingin membuat orang lain melakukan atau menghilangkan tindakan apapun dengan ancaman tanpa otoritas yang sah. Maka dari itu subjek yang melakukan adanya intimadasi tersebut haruslah dapat sadar bahwa apa yang dilakukan itu tidak baik.

Hal yang diminta oleh pelaku antara lain menimbulkan kerugian fisik, membuat orang ditahan, hingga menyuruh orang lain melakukan kejahatan karena takut.  Apabila tidak melakukan hal yang diminta, maka pelaku mengancam korban maupun kerabat korban. Akhirnya dengan terpaksa, korban mau melakukan apa yang diminta meskipun sebenarnya membuat dirinya juga mengalami kerugian.

  1. Pelaku intimidasi memberikan kebohongan yang mengancam korban

Seseorang melakukan pelanggaran intimidasi ketika orang tersebut dengan sengaja memberikan ancaman atau laporan palsu (kebohongan) yang akan membahayakan jiwa atau harta benda. Intimidasi tidak serta merta dengan melakukan kekerasan.

Namun, secara tidak langsung, perilakunya dapat membuat orang lain terancam hingga benar-benar mengalami hal yang membahayakan.

Contoh Intimidasi

Contoh intimidasi yang sudah pernah terjadi di masyarakat Indonesia maupun luar negeri antara lain sebagai berikut:

  1. Intimidasi Sosial

Pada tahun 2017, seorang siswa SMK N 3 Kota Padangsidimpuan meninggal karena minum racun. Siswa tersebut bunuh diri karena dia dan temannya diintimidasi oleh oknum guru di sekolahnya. Intimidasi yang dilakukan berupa fitnah dan tuduhan kelakuan buruk siswa hingga akhirnya pelaku menjadi depresi dan memutuskan bunuh diri. Selanjutnya, oknum guru yang bersangkutan ditindak oleh aparat yang berwajib.

  1. Intimidasi Fisik

Pada tahun 2019, salah seorang santri di Cirebon dibunuh oleh dua orang perampok. Awalnya, korbam diintimidasi menggunakan senjata tajam. Korban dipaksa untuk meyerahkan uang yang dimilikinya. Sebelumnya, pelaku menggunakan modus (kebohongan) bahwa korban telah menganiaya temannya. Hingga akhirnya, korban diancam dibunuh. Ancaman tersebut ternyata menjadi kenyataan karena pelaku menusuk dada korban hingga meninggal.

  1. Intimidasi Politik

Pada bulan Desember 2019, orang tua dan anggota keluarga seorang jurnalis Iran ditangkap dan diinterogasi oleh kepolisian Teheran. Mereka diintimidasi dan dipaksa menghubungi saudaranya tersebut agar berhenti bekerja untuk mesia luar negeri.

Selain itu, intimidasi juga dilakukan dengan penyebaran berita bohong dalam mendiskreditkan wartawan yang independen diantaranya adalah membuka beberapa halaman blog palsu atas nama wartawan dan menggunggah hal yang diinginkan. Misalnya, tuduhan aktivitas seksual, informasi pribadi serta gosip dengan bahasa vulgar.

Intimidasi tersebut diakibatkan karena wartawan Iran terlalu kritis dalam melakukan tugasnya. Media asal Inggris tempat wartawan bekerja dituduh sebagai bukti kolaborasi antara teror*s dan musuh Iran. Pada bulan November 2019, Whasington melakukan kecaman terhadap intimidasi Beijing di Laut Cina Selatan.

China melakukan klaim maritime pada perairan yang kaya sumber daya alam di Laut China Selatan. Mereka membuat marah negara tetangga dengan mengirimkan kapal ke jalur perairan yang sibuk akan kegiatang yang ada disana.

Padahal beberapa anggota ASEANyang tergabung dalam organisasi tersebut juga mengklaim atas wilayah tersebut. Sehingga Intimidasi yang dilakukan juga digunakan untuk menghentikan negara ASEAN dari eksploitasi lepas pantai.

  1. Intimidasi Cyber

Banyak selebriti Korea yang melakukan bunuh diri akibat intimidasi yang dilakukan oleh para netizen. Intimidasi cyber dilakukan melalui media sosial yang menghina dan menyebarkan makna stereotip buruk kepada selebriti tersebut. Mulai dari berkata kasar, body shamming, menanggapi gaya hidup hingga menyangkut hak privasi selebriti tersebut. Secara tidak langsung, para netizen menuntut kesempurnaan dari sang selebriti.

Intimidasi yang dilakukan secara kontinu hingga menyebar ke berbagai belahan dunia mengakibatkan beberapa selebriti korea merasakan depresi dan kepanikan. Bahkan, sebagian besar serangan privasi serta intimidasi cyber tidak ditindaklanjuti secara hukum.

Dampak dari intimidasi tersebut, beberapa selebriti mengundurkan diri dari agensi hingga melakukan bunuh diri. Kasus bunuh diri karena intimidasi cyber bukan hanya berakibat bagi beberapa orang selebriti, namun tekah banyak selebriti Korea yang melakukan hal tersebut. Misalnya Sulli dan Cha In ha.

Itulah tadi yang bisa kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan materi pengertian intimidasi menurut para ahli, ciri, prinsip, dan contohnya dalam berbagai bidang. Semoga memberikan wawasan serta menambah pengetahuan.

Daftar Pustaka
  1. https://www.merriam-webster.com/dictionary/intimidate
  2. https://dictionary.cambridge.org
  3. https://en.m.wikiquote.org
  4. https://assets.publishing.service.gov.uk/government/uploads/system/uploads/attachment_data/file/248752/01_HARRASSMENT_0R_INTIMIDATION_WEB.P
  5. https://www.mydomaine.com/ways-a-spouse-uses-threats-to-intimidate-1102436
  6. https://daerah.sindonews.com
  7. https://m.cnnindonesia.com

Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah