Pengertian Blokade, Bentuk, dan Contohnya

Diposting pada

Blokade Adalah

Blokade merupakan suatu istilah yang sering kita dengar di televisi atau pun sering kita baca di berita-berita yang disajikan melalui sosial media. Blokade erat kaitannya dengan pemblokiran, penutupan akses dan pastinya blokade disebabkan dengan adanya konflik antar kedua belah pihak.

Kondisi seperti ini biasanya blokade merupakan strategi perang atau penuntasan konflik antar dua bentuk negara yang sedang terjadi pertikaian.

Blokade

Blokade sejatinya menjadi suatu metode perang yang efektif jika tepat sasaran atau dengan kata lain tidak mengenai warga sipil. Hal ini dilakukan jika dalam pelaksanaan blokade salah sasaran dan berdampak negatif pada kehidupan warga sipil, maka hal tersebut termasuk kejahatan perang.

Blokade dengan salah sasaran, akan membuat warga sipil kesulitan dalam mencari makanan, sulit dalam mencari kebutuhan medis dan sulit untuk mencukupi kebutuhan di bidang lainnya. Maka dari itu, pelaksanaan blokade oleh suatu negara, jika melalui jalur laut seharusnya hanya boleh mengenai sasaran militer atau kelompok perang dan hanya cukup untuk memperlemah perekonomian musuh.

Pengertian Blokade

Blokade adalah metode perang yang dilakukan oleh suatu negara dengan menggunakan cara mengepung atau mencegah keluar masuknya barang-barang maupun orang-orang dari ataupun ke negara yang diblokade baik melalui jalur darat, laut bahkan seiring perkembangan zaman, blokade bisa dilakukan melalui jalur udara. Namun paling banyak dilakukan adalah jalur laut.

Pelaksanaan blokade juga harus memiliki prinsip-prisip sesuai dengan perjanjian internasional seperti prinsip notifikasi yaitu negara yang memblokade harus mengumumkan blokade yang telah dilakukan, kemudian prinsip efektifitas yang berarti penggunaan sarana blokade haruslah menggunakan kapal permukaan atau kapal perang dengan mempertimbangkan keamanan dan kedamaian kapal netral yang melewati garis blokade.

Kemudian prinsip imparsial dimana kapal-kapal yang melewati garis blokade dan tidak membawa barang yang mencurigakan diizinkan untuk lolos dan melewati garis aatau wilayah yang diblokade.

Bentuk Blokade

Bentuk blokade ada dua yaitu blokade tradisional atau konvensional dan bentuk blokade kontemporer. Bentuk blokade tradisional hanya ada blokade laut. Namun seiring perkembangan zaman dan sudah ditemukan transportasi melalui udara, maka blokade kontemporer terdapat tiga bentuk yaitu blokade laut, blokade darat, dan blokade udara.

Peraturan yang mengatur ketiga bentuk tersebut pun berbeda. Berikut ini adalah penjelasan dari ketiga bentuk blokade tersebut;

  1. Blokade di Wilayah Laut

Blokade di wilayah laut dilakukan dengan menggunakan kapal permukaan atau yang disebut dengan kapal perang. Blokade yang dilakukan di wilayah laut bertujuan untuk mengepung dan mencegah keluar masuknya barang maupun orang dari ataupun ke negara yang diblokade.

Pelaksanaan blokade laut, memiliki prinsip bahwa negara yang memblokade memperoleh hak lintas damai untuk melewati selat internasional dan perairan kepulauan negara netral. Hak lintas damai merupakan hak lintas yang tidak mengganggu kedamaian, ketertiban, keamanan, dari negara pantai dan harus mematuhi peraturan perjanjian internasional.

Kemudian jika kapal perang yang melewati wilayah perairan teritorial tidak melalui izin negara pemiliknya, maka negara yang memiliki wilayah perairan teritorial tersebut berhak untuk meminta kapal perang tersebut meninggalkan wilayah perairan teritorialnya.

Namun jika negara yang menjadi sasaran blokade tidak berhasil untuk meminta kapal perang meninggalkan wilayah peraira teritorialnya, maka blokade yang dilakukan oleh negara tersebut terhitung berhasil dan sah. Blokade di wilayah laut, juga akan berdampak pada kapal-kapal netral yang akan menuju pelabuhan yang diblokade akan ditangkap oleh kapal pemblokade.

Namun jika kapal-kapal netral tersebut ingin menuju pelabuhan netral (pelabuhan yang tidak diblokade) dengan melewati garis blokade maka kapal netral tersebut berhak mendapatkan hak lintas damai, hak untuk lintas transit dan hak lintas alur laut kepulauan.

  1. Blokade di Wilayah Darat

Blokade di wilayah darat merupakan jenis blokade kontemporer. Sebelumnya, blokade yang terhitung tradisional hanya terdapat blokade laut. Blokade yang dilakukan di darat harus melalui persetujuan negara netral yang dilalui garis blokade. Apabila tidak disetujui maka blokade tidak sah atau dilarang.

Merujuk pada peraturan dalam macam perjanjian internasional, perluasan blokade yang melebihi pelabuhan atau pantai negara sasaran yang diblokade sebenarnya dilarang.

  1. Blokade di Wilayah Udara

Blokade di wilayah udara juga termasuk blokade kontemporer. Pemblokadean melalui jalur udara, harus dilakukan secara efektif. Yang dimaksud efektif adalah mencegah pesawat terbang yang hendak memasuki atau mendarat di wilayah yang sedang di blokade.

Untuk mengantisipasi, negara yang memblokade memiliki hak untuk memeriksa pesawat dari negara netral yang dicurigai. Selain itu pesawat-pesawat dari negara netral yang sudah memiliki jadwal penerbangan menuju negara yang diblokade, harus meminta izin terlebih dahulu kepada negara pemblokade.

Namun jika pesawat yang hendak melintas atau mendarat tidak terjadwal sebelumnya, pesawat tersebut berhak melewati dan mendarat di negara yang diblokade. Pesawat dari negara netral memiliki hak lintas damai, hak transit dan hak untuk mengatur alur arus kepulauan jika sebelumnya memberi notifikasi pada negara yang memblokade.

Contoh Kasus Blokade

Untuk memahami blokade secara lebih lanjut, berikut ini aka disajikan contoh-contoh kasus blokade di dunia :

  1. Blokade yang Dilakukan Inggris kepada Jerman dalam Perang Dunia I

Pada masa itu Inggris menempatkan kapal-kapal perangnya di posisi ratusan mil dari pantai Jerman, yang pada akhirnya Inggris memblokade seluruh Laut Utara. Sedangkan Jerman mengawasi daerah yang diblokade dengan menggunakan kapal selam dan ranjau-ranjau yang dipasang di bawah laut.

Dalam blokade ini, Jerman mendapat kritik karena menggunakan kapal selam dan menggunakan ranjau, oleh sebab itu kapal-kapal netral tanpa pandang bulu tenggelam akibat blokade yang tidak efektif ini. Sedangkan blokade yang dilakukan oleh Negara Inggris, sudah termasuk blokade efektif karena menggunakan kapal permukaan (kapal perang).

  1. Blokade yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Kuba selama Cuba Missile Crisis

Cuba Missile Crisis merupakan kejadian konfrontasi yang terjadi pada bulan Oktober tahun 1962 antara Kuba, Amerika Serikat, dan Uni Soviet selama perang dingin.

Mulanya pada September 1962 operasi yang dilakukan Amerika Serikat tidak kunjung berhasil untuk menurunkan rezim sistem pemerintahan yang ada di Kuba. Kemudian Kuba dan Uni Soviet diam-diam bekerja sama untuk membentuk basis militer di Kuba dan membentuk rudal nuklir balistik yang berjarak menengah guna menyerang sebagian besar daratan Amerika Serikat.

Kemudian Amerika Serikat tidak tinggal diam dan mengumumkan (prinsip notifikasi) kegiatan blokade di wilayah yang cukup luas dari laut sekitar Kuba terhadap kapal-kapal pengangkut rudal nuklir balistik. Dalam melakukan blokade, Amerika Serikat menggunakan prinsip efektifitas dengan menggunakan kapal permukaan yang menyambangi dan juga mencari kapal perdagangan yang diduga membawa rudal nuklir balistik.

Tak hanya itu, pada prinsip imparsialitas, kapal-kapal yang tidak membawa barang yang dicurigai diizinkan untuk melintas dan melewati garis blokade. Sedangkan kapal yang mengangkut benda-benda yang dicurigai harus berbalik arah dan tidak boleh melewati wilayah yang sudah diblokade.

  1. Blokade yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Vietnam dalam Perang Vietnam

Blokade ini terjadi ketika terdapat perang dingin antara Vietnam, Kamboja, dan Laos. Pada masa itu Viet Cong atau pasukan bersenjata komunis di Vietnam Selatan memerangi pasukan anti-komunis yang berada di wilayah tersebut dengan cara bergerilya.

Pasukan tentara Vietnam Utara melawan dengan cara konvensional melalui pengiriman pasukan dalam jumlah besar ke medan pertempuran. Campur tangan Amerika Serikat dalam membantu Vietnam Selatan dengan cara mengeluarkan superiotasnya mengandalkan penyerangan udara dan daya tembak.

Selain itu blokade yang dilakukan Amerika Serikat juga menempatkan ranjau di Pelabuhan Haiphong dengan tujuan untuk mencegah masuknya kapal dagang yang menuju Vietnam Utara. Kapal perang Amerika Serikat juga dilibatkan di dalam pencarian dan memberikan peringatan terhadap kapal-kapal dagang.

Demikianlah pembahasan mengenai blokade. Pembahasan blokade negara ke negara lainnya merupakan suatu wawasan yang menarik. Sebagai warga negara yang baik, kita harus memiliki wawasan mengenai blokade ini agar kita juga mengetahui negara-negara di dunia yang berkonflik serta mempelajari strategi perangnya.

Gambar Gravatar
Anggita Ayuningtyas,Memiliki Hobi Menulis dan Saat ini Sedang Proses Penyelesaian Studi di Jurusan PPKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *