Macam Solidaritas Mekanis/Organis dan Contohnya di Masyarakat

Diposting pada

 

Jenis Solidaritas

Manusia merupakan makhluk sosial yang berarti tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan bantuan/pertolongan dari orang lain. Manusia akan hidup berkelompok dalam masyarakat baik itu dalam kelompok kecil maupun kelompok besar dan tidak akan hidup sendirian. Perasaan solidaritas atau kebersamaan ini akan muncul dengan sendirinya saat manusia satu dengan yang lain memiliki kesamaan dalam beberapa hal.

Dengan rasa solidaritas tersebutlah maka seseorang asing dangan orang yang lainnya bersatu dan mewujudkan sesuatu tujuan secara bersama-sama. Sebagai penjelasan lebih lanjut, artikel ini mengulasn tentang macam-macam solidaritas maknis dan organis.

Solidaritas

Solidaritas hakekatnya diaryikan sebagai hubungan yang mengikat dari dalam diri tiap individu di masyarakat yang didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama.

Hal ini sebagimana Durkheim dalam bukunya yang mengungkapkan bahwa masyarakat modern tidak terikat atas dasar kesamaan antara orang-orang yang pekerjaannya sama, tetapi lebih karena pembagian kerja yang membuat masyarakat modern ini saling ketergantungan

Pengertian Solidaritas

Solidaritas adalah perasaan emosional dan moral yang terbentuk pada hubungan antar individu atau kelompok berdasarkan rasa saling percaya, kesamaan tujuan dan cita-cita, adanya kesetiakawanan dan rasa sepenanggungan

Sedangkan menurut para ahli, salah satunya adalah Emile Durkheim definisi solidaritas adalah keadaan saling percaya antar anggota kelompok atau komunitas. Jika orang saling percaya mereka akan menjadi sahabat, menjadi saling menghormati, menjadi saling bertanggung jawab untu saling membantu dalam memenuhi kebutuhan antar sesama.

Macam Solidaritas

Solidaritas merupakan konsep yang diperkenalkan dalam teori sosiologi oleh Emile Durkheim. Menurut Durkheim, solidaritas adalah serangkaian keadaan hubungan antara individu dan atau kelompok yang didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama dan diperkuat oleh pengalaman emosional bersama.

Solidaritas menekankan pada keadaan hubungan antar individu dan kelompok dan mendasari keterikatan bersama dalam kehidupan dengan didukung nilai-nilai moral dan kepercayaan yang hidup dalam masyarakat. Wujud nyata dari hubungan bersama akan melahirkan pengalaman emosional, sehingga memperkuat hubungan antar mereka.

Durkheim memperkenalkan istilah solidaritas mekanis dan solidaritas organik sebagai bagian dari teorinya tentang pengembangan masyarakat di The Division of Labor in Society (1893). Durkheim terutama tertarik pada apa yang menyatukan masyarakat ketika terdiri dari orang-orang dengan peran dan tanggung jawab khusus. Dalam sistem di masyarakat, Durkheim membagi solidaritas menjadi solidaritas mekanik dan solidaritas organik.

Dua jenis solidaritas dapat dibedakan dengan ciri-ciri morfologis dan demografis, jenis norma yang ada, dan intensitas dan isi kolektif.

Solidaritas Mekanis

Masyarakat dengan solidaritas mekanis cenderung kecil dengan komitmen keagamaan yang tinggi, dan orang-orang dalam masyarakat mekanis seringkali memiliki pekerjaan dan tanggung jawab yang sama, sehingga mengindikasikan pembagian kerja yang rendah. Dengan kata lain, itu bukan masyarakat yang sangat kompleks, tetapi lebih didasarkan pada sentimen dan tanggung jawab bersama.

Dalam sebuah masyarakat yang menunjukkan solidaritas mekanis, kohesi dan integrasinya berasal dari homogenitas individu atau orang-orang merasa terhubung melalui pekerjaan yang serupa, pelatihan pendidikan dan keagamaan, dan gaya hidup.

Solidaritas mekanis dalam contonya di masyarakat biasanya beroperasi secara tradisional dan skala kecil. Misalanya saja dalam kasus ini seperti pada suku di Banten yakni Suku Baduy, yang pada kenyataannya solidaritas yang diciptakan mengikatan dan penuh kekerabatan dari jaringan keluarga.

Solidaritas Organis

Masyarakat yang ditandai oleh solidaritas organik, di sisi lain, lebih sekuler dan individualistis karena spesialisasi masing-masing tugas kami. Sederhananya, solidaritas organik lebih kompleks dengan pembagian kerja yang lebih tinggi. Solidaritas organik berasal dari saling ketergantungan yang muncul dari spesialisasi pekerjaan dan saling melengkapi antara manusia.

Suatu perkembangan yang terjadi dalam masyarakat modern dan industri. Ini adalah kohesi sosial berdasarkan pada ketergantungan individu terhadap satu sama lain dalam masyarakat yang lebih maju.

Meskipun individu melakukan tugas yang berbeda dan seringkali memiliki nilai dan minat yang berbeda, ketertiban dan solidaritas masyarakat tergantung pada ketergantungan mereka satu sama lain untuk melakukan tugas yang ditentukan.

Dengan demikian, solidaritas sosial dipertahankan dalam masyarakat yang lebih kompleks melalui saling ketergantungan bagian-bagian komponennya. Misal petani menghasilkan makanan untuk memberi makan pekerja pabrik yang menghasilkan traktor yang memungkinkan petani untuk memproduksi makanan.

Durkheim berpendapat bahwa masyarakat beralih dari solidaritas mekanis ke organik melalui pembagian kerja. Ketika orang mulai pindah ke kota dan kepadatan fisik meningkat, persaingan untuk sumber daya mulai tumbuh. Seperti dalam kompetisi apa pun, beberapa orang menang dan tetap mempertahankan pekerjaan mereka, sedangkan yang lain kalah dan dipaksa untuk berspesialisasi.

Kita sekarang tahu bentuk diferensiasi ini menjadi elemen kunci dalam pembagian kerja. Sebagai akibatnya, pembagian kerja menghasilkan segala macam saling ketergantungan antara orang-orang serta elemen-elemen kunci solidaritas organik.

Contoh Solidaritas di Masyarakat

Adapun untuk beragam contoh solidaritas di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, antara lain adalah sebagi berikut;

Masyarakat

Solidaritas dalam contoh lingkungan masyarakat misalnya saja saat terjadi gotong royong, maka setiap anggota di dalam lingkungan RT (Rukun Tetangga) berkewajiban mengikutinya secara terus menerus, sehingga tercipatalah lingkungan yang bersih dan asri.

Sekolah

Dalam lingkungan sekolah contoh solidaris ini misalnya saja saat terjadi ujian atau ukangan di sekolah. Banyak siswa yang saling memberi contekan dengan beragam resiko yang dihadapi, meskipun in bersifat negatif tapi pada kenyataanya ini juga bisa disebut bagian daripada solidaritas.

Keluarga

Dalam lingkungan keluarga, solidaritas juga sangat terlihat. Misalnya saja saat sesame keluarga sedang sedih entah itu karena persoalan di sekolah, tempat kerja, ataupun peroslan pribadi. Akan tetapi sebagai bagian daripada keluarga berduyun-duyun memberikan solusi atas pernasalahannya.

Keseharian

Dalam kehidupn sehari-hari, solidaritas ini juga bisa sangat terlihat. Misalnya saja ketika ada tentangga yang meninggal, bisa saja sebagai kerabat yang baik seseorang datang untuk mengucapkan bela sungkawa. Tak lupa juga terkadang sebagai simbul kesedikan seseorang mempergunakan pakaian hitam. Ini pula yang dikenal dengan solidaritas.

Demikianlah rangkaian artikel yang memberikan penjelasan terkait dengan jenis solidaritas mekanis, organis, dan contohnya di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *