Macam Organisasi Pergerakan Nasional dan Contohnya

Diposting pada

Jenis Organisasi Pergerakan Nasional

Perjuangan bangsa Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak lepas dari adanya organisasi pergerakan nasional. Mereka yang pada awalnya berjuang untuk masing-masing daerahnya. Kemudian melebur menjadi satu menjadi organisasi yang menghilangkan sifat kedaerahan. Persatuan dan kesatuan tersebutlah yang mengantarkan Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaannya.

Lantas apa saja organisasi-organisasi tersebut? Apakah mereka semua berjuang dengan berperang? Kita akan mengetahui pertanyaan tersebut pada artikel ini mengenai macam organisasi pergerakan nasional di Indonesia dan contohnya.

Organisasi Pergerakan Nasional

Organisasi pergerakan nasional merupakan badan yang memiliki tujuan untuk melawan penjajah untuk mendapatkan kemerdekaan. Pergerakan nasional ditandai dengan adanya Budi Utomo sebagai organisasi modern pertama yang tidak bersifat kesukuan.

Macam Organisasi Pergerakan Nasional

Organisasi Pergerakan Nasional
Macam Organisasi Pergerakan Nasional

Organisasi pergerakan nasional bergerak dalam ranahnya masing-masing seperti bidang ekonomi, pendidikan, sosial, keagamaan, dan politik. Adapun macam organisasi pergerakan nasional antara lain;

  1. Organisasi Masa Pembentukan
  2. Organisasi Masa Radikal
  3. Organisasi Masa Moderat
  4. Organisasi Perempuan
  5. Organisasi Keagamaan

Contoh Organisasi Pergerakan Nasional

Penjelasan tentang pergerakan nasional di Indonesia berdasarkan pada contohnya, diantaranya;

Organisasi Masa Pembentukan

Adapun organisasi yang muncul pada masa pembentukan yakni tahun 1908 hingga tahun 1920, antara lain sebagai berikut:

  1. Budi Utomo

Budi Utomo didirikan pada tahun 1908 yang dipelopori oleh para pemuda yang bersekolah di STOVIA. Budi Utomo mengutamakan pergerakan dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Budi Utomo sendiri merupakan organisasi perintis kebangkitan nasional dalam membangun solidaritas modern.

Setelah kongres kedua yakni 10-11 Oktober 1909, anggota Budi Utomo didominasi oleh kaum priyayi. Hal ini mengakibatkan melemahnya peran pemuda Budi Utomo. Organisasi ini kehilangan karakter dinamisnya dan berubah menjadi organisasi mapan selayaknya organisasi priyayi Jawa lainnya.

  1. Sarekat Islam

Sarekat Islam lahir dari induk Sarikat Dagang Islam yang didirikan oleh Haji Samanhudi pada tahun 1911. Sarekat Islam sendiri didirikan pada tahun 1912 di Solo. Latar belakang didirikannya organisasi ini adalah reaksi monopoli perdagangan batik Cina di Laweyan, Solo. Orang Cina dalam perdagangannya selalu di bawah perlindungan kolonial Belanda. Sehingga Sarekat Islam berusaha untuk melawan dominasi Cina, yang juga artiya melawan pemerintah kolonial Belanda.

Tujuan didirikannya Sarekat Islam adalah melindungi pedagang pribumi dari penguasaan pedagang Cina. Selanjutnya, Sarekat Islam melanjutkan perjuangan di Surabaya di bawah pimpinan HOS Tjokroaminoto. Organisasi politik ini menggunakan landasan ideologis Islam untuk membangun kesadaran Islam sebagai counter perkembangan arus kristenisasi dan melawan penjajah.

  1. Indische Partij

Indische Partij merupakan perkumpulan ketiga yang berdiri tahun 1912 pada masa Kebangkitan Nasional yang merupakan organisasi pengembang faham persatuan dan kemerdekaan bagi bangsa Hindia Belanda. Lahirnya organisasi ini dipelopori oleh alat propaganda yang didirikan oleh Tiga Serangkai yaitu Het Tijdscrift dan De Express. Partai ini memperkenalkan diri sebagai sebagai partai politik yang berhalauan kebangsaan, kerakyatan dan kemerdekaan.

Anggota Indisce Partij bukan hanya kalangan pribumi, namun juga siapa pun dan bangsa apa pun yang lahir di Hindia dan mencintai tanah airnya. Misalnya peranakan Eropa, peranakan Arab, dan peranakan Cina.

Indishe Partij sendiri merupakan organisasi yang bergerak di bidang kemasyarakatan dan politik, meskipun lebih banyak di bidang sosial. Langkahnya yang revolusioner membuatnya ditolak sebagai badan hukum tahun 1913 karena dianggap menganggu ketertiban umum.

Organisasi Masa Radikal

Adapun organisasi yang muncul pada masa radikal atau nonkooperasi yakni tahun 1920 hingga tahun 1930, antara lain sebagai berikut:

  1. Partai Nasional Indonesia

Partai Nasional Indonesia didirikan tahun 1927 yang bekerja penuh untuk kemerdekan Indonesia. Dalam mencapai kemerdekaan, asas yang digunakan adalah “berdasar kepada kekuatan sendiri”. Artinya, berbagai perbaikan dalam kehidupan politik, sosial, dan ekonomi akan diusahakan dengan kemampuan rakyat Indonesia tanpa meminta bantuan siapapun.

Soekarno dan PNI menyebarkan arti propaganda pentingnya persatuan bagi keberhasilan perjuangan untuk mencapai Indonesia merdeka.

Sasaran utama PNI adalah perjuangan politiknya yang menyebarkan faham nasionalisme ke kalangan rakyat Indonesia. Nasionalisme merupakan ideologi yang menyatakan bahwa kecintaan dan kesetiaan setiap orang menyebut dirinya orang Indonesia hendaknya ditujukan kepada tanah air dan bangsa Indonesia.

  1. Partai Komunis Indonesia (PKI)

PKI didirikan oleh Henk Sneevliet pada tahun 1914. PKI mendidik para pribumi. Mereka berusaha untuk membangkitkan semangat nasionalisme masyarakat agar bisa berdiri di atas kaki sendiri (berdikari). Paham yang digunakan dalam mendidik dan membebaskan diri dari kolonialisme adalah paham marxisme.

Jalan yang digunakan untuk berjuang dan mengekspresikan opini mereka adalah dengan pemberontakan. Akibat pemberontakan kepada pemerintah, anggotanya berurusan dengan polisi Belanda. Oleh karena banyak pemimpin yang diasingkan oleh pemerintah Belanda, banyak dari mereka yang menyusup ke organisasi pergerakan lain.

  1. Perhimpunan Indonesia

Perhimpunan Indonesia didirikan di Den Haag pad tahun 1908 yang ditujukan bagi kepengurusan pelajar Hindia Belanda yang menempuh pendidikan di Belanda. Anggotanya bukan hanya suku bangsa Hindia saja, namun juga berasal dari keturuna Cina dan Belanda. Perhimpunan Indonesia memiliki peran untuk menghilangkan batas kesukuan karena mempersatukan pelajar Jawa, Sumatera, Sunda, Madura, Ambon dan sebagainya.

Sehingga meminimalisir adanya politik adu domba dari pemerintah kolonial. Pada awalnya, terdapat dua aliran dalam perhimpunan ini, yakni aliran moderat yang mendukung yang ingin tetap memelihara hubungan dengan Belanda, dan aliran progresif yang yang fokus pada pergerakan di tanah air.

Organisasi Masa Moderat

Adapun organisasi yang muncul pada masa moderat atau kooperasi yakni tahun 1930 hingga tahun 1942, antara lain sebagai berikut:

  1. Parindra

Parindra merupakan organisasi nasional yang dirikan oleh Soetomo di Surabaya pad tahun 1935. Partai ini merupakan hasil fusi dari Persatuan Bangsa Indonesia, Partai Sarekat Selebes, Sarekat Sumatera dan sebagainya. Parindra memiliki ijin resmi dari Belanda dalam menjalankan perjuangannya.

Parindra bukan hanya bergerak dalam bidang politik, namun juga bidang ekonomi dan percetakan. Dalam bidang ekonomi, Parindra menganjurkan gerakan swadesi (swasembada) atau memenuhi kebutuhan sendiri. Parindra juga mempelopori berdirinya Bank Negara Indonesia (BNI) dan rutin mengedarkan majalah “Panjebar Semangat”.

  1. Partindo

Partindo adalah kelanjutan dari PNI yang didirikan tahun 1931 setelah dibubarkannya PNI. Partindo diketuai oleh Mr. Sartono.

Partindo adalah partai politik yang menghendaki kemersekaan penuh bagi Indonesia dan mendasarkan program pada empat prinsip yaitu menentukan nasib sendiri, kebangsaan Indonesia, menolong diri sendiri, dan demokrasi.  Partai ini adalah partai demokratis non kooperatif dan radikal yang dalam kegiatan ekonomi dan sosialnya berusaha menyiapkan Indonesia merdeka.

  1. GAPI

GAPI didrikan di Jakarta pada tahun 1939. Organiasasi ini adalah gabungan dari Parindra, Gerindo dan PSII. Latar belakang terbentuknya GAPI adalah gagalnya petusi Sutardjo, pemerintah kolonial yang kurang memperhatikan kepentingan rakyat dan munculnya fasisme yang menyebabkan kacaunya situasi internasional.

GAPI sendiri berhasil membuat organisasi-organisasi pergerakan berada dalam satu perjuangan dan memperkuat rasa kebangsaan untuk mewujudkan kemerdekaan.

  1. Gerindo

Gerindo adalah organisasi penyebar nasionalisme yang didirikan pada tahun 1937 di Jakarta. Ketuanya adalah A.K Gani. Tujuannya adalah membangun semangat nasonalisme dan beaksi memberikan lapangan pekerjaan bagi para pengangguran.

Intinya, mereka berusaha untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Indonesia selama penjajahan yang selalu berada di bawah standar. Sasaran utama Gerindo adalah kaum buruh.

Organisasi Perempuan

Adapun organisasi pergerakan nasional yang dipelopori oleh kaum wanita antara lain sebagai berikut:

  1. Putri Mardika

Putri Mardika adalah organisasi pergerakan nasional wanita yang juga didukung oleh kaum laki-laki. Organisasi ini didirikan tahun 1912 di Jakarta. Latar belakang didirikannya organisasi ini adalah karena kedudukan wanita yang buruk dalam masyarakat dan dalam penjajahan kolonial.

Seperti namanya, kegiatan Putri Mardika didedikasikan untuk perjuangan kemerdekaan kaum wanita Indonesia atas belenggu kebebasan. Putri Mardika sendiri diartikan sebagai wanita yang menginginkan adanya kebebasan dari ikatan adat dan tradisi.

Organisasi ini bertujuan untuk memperbaiki kaum wanita Indonesia melalui pendidikan dan pengajaran. Selain memajukan pendidikan dan pengajaran, Putri Mardika bergerak dalam memajukan bidang sosio kultural. Fokusnya adalah memberikan beasiswa pendidikan bagi wanita.

Dalam mejalankan perjuangannya, organisasi ini memiliki surat kabar yang diberi nama “Poetri Mardika”. Surat kabar berfungsi untuk menyiarkan program-programnya dan membuka wawasan para wanita.

  1. Istri Sedar

Organisasi wanita Istri Sedar dibentuk pada tahun 1927 dan diresmikan pada tahun 1930. Latar belakang didirikannya Istri Sedar adalah permasalahan perempuan yang semakin kompleks. Tujuan didirikannya Istri Sedar adalah adanya persamaan hak dan keadilan antara laki-laki dan perempuan. Bukan hanya perempuan kalangan atas saja yang bisa mencapai persamaan hak, namun juga masyarakat kalangan bawah.

Organisasi ini bersifat netral dari agama apapun. Didirikan bagi kaum perempuan yang terpelajar maupun dari rakyat jelata. Pergerakan organisasi ini, bukan mengajak perempuan untuk terjun langsung ke politik, namun menyarankan anggota-anggotanya untuk menjadi bagian perpolitikan negeri. Terdapat tiga komisi dalam organisasi ini.

Pertama Komisi Besar untuk Kursus. Kedua, Komisi Besar untuk Sekolah. Ketiga, Komisi Besar untuk Penyelidikan Pekerjaan Perempuan Indonesia. Selain itu, organisasi ini juga menulis semangat anti penjajah, anti diskriminasi dan kesuksesan kaum wanita di dunia.

  1. Putri Budi Sejati

Organisasi wanita ini didirikan di Surabaya. Ketuanya adalah Ny. Sudirman. Konferensi pertama dilakukan pada tahun 1937 di Surabaya. Organisasi ini lebih banyak bergerak dalam bidang sosial seperti fonds pakaian, pemeliharaan orang miskin, dan lapangan pekerjaan.

Mosi pertama organisasi ini adalah lapangan pengajaran partikuler untuk memberantas buta huruf diberi kesempatan luas. Mosi kedua, anjuran didirikannya taman kanak-kanak nasional dan berharap bahwa kaum wanita mencurahkan perhatiannya pada pendidikan dan pergerakan pemuda.

Organisasi Keagamaan

Adapun organisasi pergerakan nasional yang bergerak dalam bidang keagamaan, antara lain sebagai berikut:

  1. Muhammadiyah

Muhammadiyah adalah organisasi pergerakan berbasis agama yang didirikan tahun 1912 di Yogyakarta. Pendirinya adalah K.H. Ahmad Dahlan. Fokus utamanya adalah jalan edukatif paedogogtis. Latar belakang didirikannya adalah keadaan masyarakat Islam yang menyedihkan baik secara ekonomi, politik, sosial dan budaya karena penjajahan.

Tujuan yang ingin dicapai diantaranya memajukan pendidikan, dakwah Islam, pendidikan dan pengasuhan pemuda dan sebagainya. Awalnya Muhammadiyah menjauhkan diri dari bias politik sehingga tidak dicurigai oleh pemerintah Belanda. Organisasi ini dikenal sebagao gerakan reformis Islam modern.

  1. Nahdlatul Ulama (NU)

Nahdlatul Ulama didirikan pada tahun 1926 sebagai representatif dari ulama tradisionalis. Tokoh yang berperan di antaranya adalah K.H. Hasyim Asy’syari, K.H. Wahab Hasbullah dan sebagainya. Organisasi ini mengorganisir islam tradisional dengan dukungan kyai dan ulama yang juga aktif di Sarekat Islam.

NU sendiri tampil sebagai organisasi yang disegani penjajah, Mereka berusaha menjembatani kepentingan bangsa dan kepentingan Islam yang menjadi pengantar lahirnya NKRI.

Itulah tadi tulisan yang bisa kami bagikan pada semua pembaca tentang berbagai jenis organisasi pergerakan nasional dan contohnya yang ada di Indonesia. Semoga bisa memberikan pemahaman bagi pembaca yang sedang membutuhkannya.

Daftar Pustaka
  • http://sejarah.upi.edu/artikel/dosen/pers-dan-makalah-emansipasi-wanita-kajian-terhadap-surat-kabar-bulanan-poetri-mardika-di-indonesia-1915-1920/
  • https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/mkn/perhimpunan-istri-sedar-1927-1942
  • Ambar Wulan dan Restu Gunawan. 2015. Sejarah Pemikiran Indonesia Modern. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Gambar Gravatar
Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *