Contoh Profesional dalam Berbagai Bidang

Diposting pada

Profesional dalam berbagai Bidang

 

Berbicara masalah profesional erat kaitannya dengan profesi. David Maister pernah berkata bahwa profesional itu sebenarnya bukan label yang kita sendiri ciptakan atas pekerjaan kita. Namun, profesional adalah harapan agar orang lain memberikan label “profesional” pada kita.

Jadi, sebenarnya maksud profesional itu apa? Lantas bagaimana orang bisa mendapatkan label profesional atas profesi atau pekerjaan yang ditekuninya? Kita bisa tahu hal-hal tersebut dengan membaca contoh-contoh profesional dalam berbagai bidang yang disajikan dalam artikel ini.

Profesional

Profesional merupakan orang yang mendapatkan penghasilan dari bidang keahlian yang dikuasainya. Tapi tidak semua orang yang bekerja bisa dikatakan profesional. Dalam melakukan pekerjaan, seorang profesional menaati arti etika profesi. Beberapa syarat orang bisa dikatakan profesional antara lain memiliki pengetahuan dan kemampuan mengenai bidang profesinya, serta memiliki attitude yang baik dalam melaksanakannya.

Pengertian Profesional

Profesional merupakan kualitas seseorang dalam menjalankan pekerjaan yang didasarkan atas kode etik profesi sesuai dengan keahlian yang dimilikinya. Seorang bisa dikatakan profesional apabila dia ahli di bidangnya, baik dari kemampuan fisik maupun karakter. Terampil di bidangnya dan bisa melakukan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab sesuai jenis etika profesi.

Pengertian Profesional Menurut Ahli

Adapun definisi profesional menurut ahli antara lain sebagai berikut:

  1. Evetts. Secara tradisional, profesional adalah seseorang yang memperoleh penghasilan dari pengetahuan atau pengalaman khusus mereka sebagai lawan pekerja, penghobi atau amatir tanpa pendidikan formal. Makna ini masih dibawa sampai hari ini ke bidang-bidang seperti olahraga. Namun, dalam hal profesi, profesional memiliki makna yang lebih luas. Biasanya seperti didasarkan atas landasan moral atau etika dalam praktik keahlian khusus.
  2. Cruess dkk. Seorang profesional adalah anggota suatu profesi. Profesional diatur oleh kode etik, dan menyatakan komitmen terhadap kompetensi, integritas dan moralitas, altruism, dan promosi barang publik dalam lingkup keahlian mereka. Profesional sendiri bertanggung jawab kepada mereka yang dilayani dan kepada masyarakat.
  3. CFI (Corporate Finance Institute). Istilah profesional mengacu pada siapa saja yang mencari nafkah dari melakukan suatu kegiatan yang membutuhkan tingkat pendidikan, keterampilan, atau pelatihan tertentu. Biasanya ada standar kompetensi, pengetahuan, atau pendidikan yang harus ditunjukkan (seringkali dalam bentuk ujian atau kredensial), serta mematuhi kode perilaku dan stanar etika.
  4. Oerip dan Utomo. Pada hakikatnya, profesional berarti ahli di bidangnya. Seorang mampu menunjukkan kualitas yang tinggi dalam pekerjaannya. Sementara itu, profesional merupakan perilaku, cara, dan kualitas yang menjadi ciri suatu profesi. Sehingga, seseorang dapat dikatakan profesional apabila pekerjaannya memiliki ciri standar teknis atau etika profesi.
  5. David H. Maister. Arti prifesional adalah orang-orang yang diandalkan dan dipercaya karena mereka ahli, terampil, punya ilmu pengetahuan. Bertanggung jawab, tekun, disiplin, dan serius dalam menjalankan tugas pekerjaannya. Hal tersebut mengakibatkan istilah profesionalisme identik dengan kemampuan, ilmu, atau pendidikan dan kemandirian.

Contoh Profesional dalam Berbagai Bidang

Adapun contoh profesional dalam berbagai bidang yang bisa kita jumpai dalam kehidupan sekitar kita antara lain, sebagai berikut:

  1. Guru

Guru dikatakan sudah profesional jika minimal menguasasi tiga kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kompetensi pedagogik terkait penguasaan materi bidang studinya. Kompetensi sosial terkait hubungan sosial guru dengan lingkungan sekolah. Kompetensi profesional terkait bagaimana upaya guru bisa  menyampaikan materi yang dikuasai dengan baik kepada siswa, pembuatan perangkat pembelajaran, penggunaan media dan berbagai metode pembelajaran.

  1. Dokter

Kode etik dokter yang sudah diatur dalam undang-undang menyatakan bahwa seorang dokter wajib memberikan pelayanan yang berkompeten menggunakan kemampuan teknis dan moralnya disertai kasih sayang dan penghormatan martabat manusia. Dokter profesional melayani pasien dengan sepenuh hati, mengutamakan kesembuhan pasien daripada kepentingan pribadinya.

  1. Apoteker

Apoteker yang profesional mengetahui berbagai macam obat, meracik dan tahu komposisi beserta fungsinya. Apoteker yang profesional bukan hanya menjaga toko obat, namun mereka harus bersedia mendengarkan keluhan korban. Mereka memberikan saran mengenai obat atau penanganan medis yang cocok atas keluhan yang disampaikan.

  1. Penyanyi

Penyanyi profesional bukan hanya yang memiliki kemampuan bernyanyi dengan teknik yang tinggi. Namun, mereka mempunyai attitude yang baik sebagai seorang penyanyi baik di panggung maupun di luar panggung. Mereka tidak melakukan plagiasi, ramah terhadap penggemar, memiliki kemampuan improvisasi dan mampu mengambil keputusan secara cepat ketika terdapat kesalahan teknis.

  1. Pelukis

Pelukis profesional memiliki pengetahuan mengenai alat dan bahan yang digunakan untuk melukis. Mereka memiliki pengalaman dalam melukis dengan berbagai alat sesuai bidang konsentrasinya dengan memperhatikan keselamatan. Sebagai pelukis profesional, mereka memberikan hasil yang memuaskan dari segi praktis maupun estetika bagi kliennya.

  1. Polisi

Polisi yang profesional menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat dengan sepenuh hati. Mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. Polisi melaksanakan penyelidikan dan penyidikan berdasarkan surat perintah, bukan berdasarkan perasaan pribadi. Polisi yang profesional menghindari suap dalam menangani kasus pelanggaran atau kejahatan.

  1. Pemain Sepak Bola

Pemain sepak bola profesional dibentuk berdasarkan pendidikan dan pelatihan sepak bola yang intens dan terukur. Mereka selalu mengembangkan kemampuan meski sudah menjadi pesebakbola yang handal. Tidak kalah penting, mereka supportif dan memiliki kerja sama tim yang baik ketika bertanding.

  1. Penulis

Penulis yang profesional selalu melatih kemampuan menulisnya. Memiliki ketekunan dalam menulis. Mereka membuat tulisan agar menarik, jelas, dan memberikan sugesti kepada pembaca. Penulis menggunakan kosakata dengan baik sesuai dengan jenis tulisan yang ditekuni. Selanjutnya, hal yang paling penting adalah mereka bisa menghasilkan royalti dari apa yang ditulisnya serta menghindari plagiarisme.

  1. Akuntan

Akuntan yang profesional membuat nasihat keuangan bagi klien sesuai dengan kondisi keuangannya. Akuntan menyiapkan, menyusun, dan menyajikan laporan dengan teliti dan rinci. Selain itu, akuntan yang profesional bekerja sepenuh hati dan mau mendengar keluhan kliennya.

  1. Pegawai Bank

Pegawai bank profesional melayani pelanggan dengan ramah dan memberikan informasi yang detail bagi customer meski tidak dalam pengawasan manajer. Mereka memiliki kemampuan pengelolaan uang, menyeimbangkan risiko, pengembalian dan laporan keuangan yang baik dan teliti. Mereka juga memiliki pengetahuan mengenai industri perbankan serta produk investasi dan tabungan yang ditawarkan.

  1. Buruh

Buruh yang profesional melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati dan tekun. Istilah sederhananya tidak makan gaji buta. Mereka mampu mempertanggungjawabkan upah yang diterimanya dengan bekerja sesuai tugas.

  1. Montir

Montir profesional memiliki pengetahuan dan kemampuan tentang otomotif. Mereka memiliki kemampuan untuk memperbaiki kerusakan kendaraan dengan baik. Mereka juga berusaha untuk mengembangkan kemampuan agar usahanya berkembang, Kepuasan pelanggan diutamakan dan tidak berusaha menipu pelanggan.

  1. Pengacara

Pengacara yang profesional berarti memiliki pengetahuan makna hukum yang baik. Mereka memiliki kemampuan untuk memahami kasus, bukti-bukti dan undang-undang yang berkaitan. Pengacara yang profesional tidak memenangkan perkara atau membela orang yang salah, karena fungsi pengacara sebenarnya adalah membela orang benar yang disalahkan atas suatu perkara.

  1. Arsitek

Arsitek profesional mampu mengembangkan ide kliennya. Mereka mempertimbangkan desain yang mereka buat dengan apa yang diinginkan klien, dana yang mereka punya serta dampak bangunan terhadap lingkungan masyarakat. Mereka memiliki kemampuan mendesain bangunan beserta detailnya baik dengan manual atau dengan bantuan komputer. Arsitek yang profesional memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan klien dan pekerja pendukung lainnya.

  1. Koki

Koki yang profesional akan mengutamakan costomer-nya. Koki merencanakan menu, mengembangkan resep, dan terlibat langsung dalam mengawasi hidangan supaya tersaji dengan baik. Koki bukan hanya bertugas memasak makanan. Tanggung jawabnya sebagai koki untuk memeriksa kesegaran makanan dan rasanya. Koki yang profesional selalu memperhatikan setiap detail memasak, memperhatikan kebersihan dapur dan memastikan bahwa peraturan perundang-undangan kesehatan dipatuhi.

  1. Pilot

Pilot profesional memiliki pengetahuan dalam menavigasikan pesawat, helikopter atau jenis pesawat lainnya. Mereka juga memiliki kemampuan untuk mengelola penerbangan dengan baik dan harus siap ketika menghadapi keadaan darurat yang terjadi. Pekerjaannya dilakukan dengan sepenuh hati karena mereka bertanggung jawab atas keselamatan penumpangnya.

  1. Kasir

Kasir yang profesional bekerja dengan kemampuan dan attitude yang baik. Seorang petugas kasir harus menyambut pelanggan dengan ramah, mengatasi keluhan pelanggan dengan cekatan, mengelola transaksi dengan cepat dan benar, memastikan pembayaran dan pengembaliannya akurat, membuat laporan transaksi dengan teliti. Petugas kasir yang profesional juga harus menjaga kerapihan dan kebersihan meja kasir.

  1. Pemadam Kebakaran

Pemadam kebakaran yang profesional memiliki pengetahuan mengenai alat dan teknik dalam memadamkan kebakaran. Mereka tidak takut terhadap bahaya dalam melakukan pemadaman dan penyelamatan dengan cepat.

  1. Pedagang

Pedangang profesional memiliki mengenai pengetahuan strategi perdagangan dan pengelolaan uang dengan baik. Mereka tahu bagaimana cara bersaing dengan para pedagang lain agar tetap bertahan. Mereka juga selalu mendengar saran pelanggan dan melayani dengan ramah. Pedagang yang profesional tidak mengurangi timbangan dan tidak melakukan penipuan.

  1. Fotografer

Fotografer profesional bukan hanya dilihat dari kualitas fotonya, karena  banyak fotografer amatir yang menghasilkan foto berkualitas.

Fotografer profesional memiliki penghasilan dari hasil fotonya, memiliki situs web untuk publikasi hasil foto, memiliki asuransi pertanggungjawaban bisnis dan harus memiliki prestasi untuk menarik klien. Dari segi attitude, fotografer profesional juga harus mendengar keinginan kliennya.

Itulah bahasan yang bisa kami berikan ulasan secara mendalam pada segenap pembaca berkaitan dengan contoh profesional dalam berbagai bidang yang ada di dalam kehidupan masyarakat. Semoga menambah referensi bagi semuanya.

Datar Pustaka
  • https://www.professions.org.au/what-is-a-professional/
  • http://repository.uin-suska.ac.id/4068/3/BAB%20II.pdf
  • https://corporatefinanceinstitute.com/resources/knowledge/other/professional/
  • https://www.ergofoundation.org/images/professional.pdf
Gambar Gravatar
Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *