Dampak Hedonisme bagi Kehidupan

Diposting pada

Akibat Hedonisme

Tentu kita sering mendengar kata hedon, jenis gaya hidup hedon dan hedonisme. Hedonisme merupakan sebuah paham dimana seseorang hanya mengejar kesenangan semata. Dalam arti luas hedonisme dapat diartikan sebagai pandangan hidup seseorang mengenai makna gaya hidup yang bermewah-mewahan, menghabiskan banyak uang dan barang yang di beli merupakan barang mewah dan memiliki harga yang fantastis.

Sebagai contohnya, dalam membeli baju orang-orang yang memiliki paham hedonisme tidak sembarangan dalam memilih. Mereka memiliki kriteria dalam membeli baju seperti harus di toko baju terkenal, dari merk yang juga terkenal dan tentunya harganya mahal. Tak hanya memilih barang mewah, orang yang memiliki paham hedonisme cenderung memilih makanan yang mewah seperti di restoran mahal, sekali makan bisa menghabiskan uang ratusan ribu lebih.

Hedonisme

Paham hedonisme adalah terdapatnya pengaruh lingkungan dimana teman-teman dan orang sekitarnya memiliki paham yang sama, kemudian juga dipengaruhi rasa gengsi seperti rasa malu jika tidak memakai sesuatu yang mahal dihadapan teman-teman atau orang sekitar.

Orang-orang yang memiliki paham gaya hidup hedonisme biasanya dari golongan ekonomi menengah ke atas. Namun pada saat ini kalangan ekonomi menengah ke bawah pun juga memiliki paham hedonisme dengan menghalalkan segala cara.

Dampak Hedonisme

Dampak dari paham hedonisme pun sangat beragam. Mulai dari bidang ekonomi, tingkah laku dan lain sebagainya yang umumnya dialami oleh masyarakat, keluarga, mahasiswa, pelajar, dan lainnya. Antara lain;

  1. Menggeser budaya kehidupan Indonesia yang terkenal sederhana

Paham hedonisme bukanlah paham yang sesuai dengan budaya Indonesia. Hedonisme merupakan budaya barat yang seharusnya tidak kita tiru. Dahulu Indonesia terkenal dengan gaya hidup yang sederhana, hemat dan tidak boros.

Namun sekarang sudah mulai terlihat bahwa sebagian masyarakat di Indonesia sudah mulai berlomba-lomba menunjukkan gaya hidup yang mewah dan semua serba “wah”. Tidak hanya terjadi pada kalangan orang dewasa, melainkan sudah menjalar ke kalangan remaja dan anak-anak.

  1. Timbulnya perilaku komsumtif pada masyarakat

Merebaknya paham hedonisme akan menimbulkan perilaku komsumtif pada masyarakat. Timbul keinginan masyarakat untuk terus mengikuti mode sehingga besar pula keinginan mereke untuk membeli barang yang sebenarnya mereka tidak perlu atau sudah punya.

Perilaku komsumtif jika tidak dibarengi dengan produktivitas masyarakat akan berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi mereka.

  1. Orang menjadi tidak bijak dalam mengelola keuangan

Paham hedonisme akan merubah pola pikir seseorang untuk bersikap boros. Untuk mencukupi gaya hidup mereka, biasanya mereka akan berpikir “Uang bisa dicari lagi” , pemikiran yang seperti itulah yang akan merusak keuangan mereka.

  1. Tidak bisa berhemat

Orang yang memiliki paham hedonisme cenderung tidak bisa berhemat. Dari pada berhemat mereka memilih untuk memenuhi hawa nafsunya untuk memenuhi keinginannya. Mereka mudah tergiur dengan barang-barang keluaran terbaru, makanan yang lagi hits, atau hal lain yang menurut mereka bisa memuaskan keinginan mereka.

  1. Tidak bisa membedakan keinginan dan kebutuhan

Keinginan dan kebutuhan merupakan suatu hal yang sangat berbeda. Kebutuhan merupakan hal yang harus diusahakan dan jika tidak terpenuhi akan mengancam kelangsungan hidup kita. Sedangkan keinginan merupakan suatu hal yang tidak bersifat wajib untuk dipenuhi dan jika tidak terpenuhi tidak akan berdampak langsung terhadap kehidupan kita.

Orang yang meimiliki paham hedonisme akan cenderung memenuhi keinginan atau hasrat yang sebenarnya tidak begitu dibutuhkan dalam kehidupan mereka.

  1. Tidak bisa membedakan hal yang prioritas dan tidak

Mereka yang memiliki paham hedonisme, pertama tidak bisa membedakan mana yang bersifat kebutuhan dan keinginan, dari dampak tersebut mereka juga kurang paham mengenai mana hal yang prioritas atau mendesak dan mana hal yang bersifat dapat ditunda. Biasanya mereka lebih mementingkan hasrat atau nafsunya dari pada kebutuhan prioritas di dalam hidupnya.

  1. Tidak bisa berpikir panjang terhadap keputusan yang diambil

Orang yang memiliki paham hedonisme cenderung mengambil keputsan tergesa-gesa. Mereka tidak berpikir panjang tentang akibat dari keputusan yang diambil. Mereka hanya menuruti hawa nafsu dan kesenangan sesaat. Biasanya mereka dibayangi oleh rasa puas ketika bia membeli barang-barang mewah.

  1. Tidak bisa menabung

Jika mereka memiliki uang, mereka yang memiliki paham hedonisme akan berpikir bagaimana caranya menghabiskan uang ini. Berbeda dengan orang yang bijak dalam mengelola keuangan, mereka akan cenderung berpikir bagaimana caranya uang yang dimiliki bisa bertambah lebih banya, sehingga ia akan menyisihkan uangnya untuk modal usaha.

  1. Bisa berdampak terhadap kehidupan ekonomi di masa mendatang

Gaya hidup hedonisme membuat pengeluaran lebih besar dari pada pemasukkan. Jika secara terus menerus begitu maka akan berdampak pada keadaan ekonomi yang semakin menurun. Membeli barang mewah boleh-boleh saja asalkan sesuai dengan kebutuhan prioritas, agar suatu saat tidak berdampak pada menurunnya keuangan.

  1. Pengeluaran bisa membengkak dan banyak hutang

Pada zaman sekarang ini banyak sekali orang yang berlomba-lomba untuk memamerkan barang-barang mewahnya, meskipun cara mendapatkannya dengan cara berhutang atau kredit. Biasanya ini terjadi di masyarakat kalangan menengah ke bawah atau mereka yang awalnya kaya menjadi merosot tingkat keuangannya.

  1. Menghalalkan segala cara untuk memenuhi gaya hidup

Orang yang sudah terdesak dan memiliki hawa nafsu yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan mewahnya biasanya mereka akan melakukan segala cara untuk memenuhi keinginannya. Seperti contohnya mencuri, merampok, korupsi, bahkan sekarang banyak gadis SMA/SMK bahkan mahasiswa yang rela menjualdirinya demi memenuhi gaya hidup mereka yang serba mewah.

  1. Memiliki gengsi yang tinggi

Gaya hidup hedon akan mengubah sifat seseorang, salah satunya adalah memiliki gengsi yang tinggi. Mereka tidak akan mau berbelanja di pasar atau tempat-tempat yang di mata mereka terlihat murah. Bahkan dampak yang paling erius adalah mereka tidak akan mau berteman dengan orang-orang yang berbeda dengan dia atau hanya mau bergaul dengan orang-orang yang sekelas dengan dia.

  1. Bisa berdampak pada depresi jika keinginannya tidak terpenuhi

Jika uang sudah habis, hutang dimana-mana, bisa jadi mereka depresi karena sudah tidak bisa lagi memenuhi gaya hidup yang serba mewah. Seharusnya orang yang memiliki paham hedonisme harus dibarengi dengan kerja keras untuk mencari uang.

  1. Tidak bisa menghargai uang

Mereka menganggap orang itu mudah dicari dan selalu ada. Padahal sebenarnya tidak seperti itu, mencari uang itu susah namun untuk menghabiskannya adalah sesuatu yang mudah.

  1. Bersifat individualis

Orang yang terpengaruh dengan faktor gaya hidup hedon cenderung akan bersifat individualis. Mereka hanya memntingkan kepentingan pribadi termasuk hasrat dan keinginannya.

Seperti itulah kira-kira dampak dari hedonisme. Dampak yang dihasilkan memang dampak negatif. Hedonisme jika dibiarkan hidup dalam pola pikir kita tentu akan merugikan diri kita sendiri bahkan juga merugikan orang lain. Bergaya hidup yang serba mewah tanpa dibarengi dengan meningkatnya produktivitas diri sendiri tentu akan merepotkan orang lain juga.

Kesimpulan Hikmah

Hidup itu sebenarnya tidak mahal, yang mahal adalah gaya hidup kita. Jangan hanya dikarenakan ingin terlihat kaya dan mengikuti hawa nafsu semata, kita melakukan segala hal bahkan menghalalkan segala cara untuk memenuhi gaya hidup kita. Yang harus kita penuhi adalah kebutuhan hidup, bukan gaya hidup yang mewah.

Sebagai warga negara Indonesia yang baik, amalkan budaya kita yang terkenal sederhana. Jangan mengikuti gaya hidup yang bukan dari budaya kita. Pintar-pintarlah memilih gaya hidup yang sederhana namun membahagiakan. Sebenarnya tergantung diri kita sendiri untuk mengelola keuangan dan mengatur gaya hidup kita. Pelajarilah mana yang disebut kebutuhan dan mana yang hanya berupa keinginan semata.

Tak hanya itu, pahamilah hal-hal yang bersifat prioritas dan hal-hal yang hanya bersifat hasrat. Selain iu jangan berperilaku konsumtif, hal yang seharusnya kita lakukan adalah jadilah produktif, berpikirlah bukan hanya untuk saat ini tetapi juga untuk masa depan.

Jika kita mampu untuk berpikir ke depan, mencerna dampak terhadap gaya hidup yang kita pilih maka kita akan terhindar dari dampak-dampak negatif  yang ditimbulkan oleh keputusan kita. Berubahlah menjadi bijak mulai dari sekarang. Kehidupan dan masa depan hanya ada di tangan kita bukan di tangan orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *