Contoh Kasus Makar di Indonesia

Diposting pada

Contoh Kasus Makar di Indonesia

Dugaan kasus makar yang berhubungan erat dengan kudeta merupakan contoh proses sosial yang terhitung sensitif dalam sebuah bentuk negara, jadi dalam memutuskan suatu makar diperlukan kehati-hatian. Apalagi di zaman sekarang ini, tindakan makar tidak menggunakan senjata fisik melainkan bisa melalui teknologi dan tindakan non fisik lainnya.

Makar inipula pernah terjadi di Indonesia sebagai salah satu negara berkembang sejarah memberikan catatan bahwa pernah ada kudeta yang mencoba mengguyah keberadaan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Makar (Kudeta)

Makar adalah tindakan melanggar undang-undang serta mengancam kesatuan bagi sebuah bangsa. Kondisi seperti ini bisa saja terjadi lantaran tingginya ketimpangan sosial serta adanya ketipercayaan terhadap ideologi yang diyakini dalam sebuah negara.

Contoh Kasus Makar

Sejak Indonesia merdeka sampai sekarang banyak terdapat kasus terhadap tindakan yang dapat digolongkan makar, antara lain;

PKI (Partai Komunis Indonesia)

Gambar Kasus Makar PKI
Kasus Makar PKI

Tindakan makar yang pernah dilakukan oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) setelah kemerdekaan Indonesia. Tindakan makar yang dilakukan oleh PKI bertujuan untuk meruntuhkan ideologi negara Indonesia yaitu Pancasila dan menggantinya dengan komunisme.

Pada masa pemberontakan PKI banyak pahlawan yang gugur demi mempertahankan ideologi Negara Indonesia yaitu Pancasila dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Daniel Maukar

Contoh kedua yaitu tindakan makar yang dilakukan oleh Daniel Maukar. Daniel Maukar adalah seseorang yang pernah melakukan penyerangan terhadap Presiden Ir. Soekarno saat masih menjabat sebagai presiden. Daniel Maukar melakukan tindakan makar dengan melakukan penyerangan yang mematikan di istana negara menggunakan pesawat tempur.

Namun pada saat itu, Bung Karno tidak berada di istana negara. Atas tindakan Daniel Maukar tersebut, maka ditetapkan sebagai kasus makar terhadap negara dan Damiel Maukar diadili.

GAM (Gerakan Aceh Merdeka)

Gambar Kasus Makar GAM
Kasus Makar GAM

Contoh yang ketiga adalah tindakan makar yang dilakukan oleh GAM (Gerakan Aceh Merdeka) yang hendak memisahkan diri dari bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia. GAM ini secara masif melakukan gerakannya di Provinsi Acah dan baru bisa diselesaikan pada masa era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI)

Tindakan makar yang dilakukan oleh Pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Tindakan makar ini pada awalnya disebabkan oleh hubungan yang tidak harmonis antara daerah dan pusat. Ketidakharmonisan tersebut disebabkan adanya ketidakadilan di dalam mengalokasikan dana pembangunan ke daerah-daerah.

Berdasarkan alasan tersebut, maka dapat dianalisis untuk dibentuklah dewan-dewan daerah seperti Dewan Banteng di Sumatra Barat, juga diikuti oleh Dewan Gajah di Sumatra Utara, kemudian Dewan Garuda yang berada di Sumatra Selatan serta di Sulawesi Utara juga membentuk Dewan Manguni. Dewan-dewan tersebut bertujuan untuk menuntut agar Kabinet Djuanda mengundurkan diri.

Pemberontakan Permesta

Tindakan selanjutnya adalah tindakan makar yang dilakukan oleh Pemberontakan Permesta. Permesta ini merupakan gerakan yang mendukung PRRI. Gerakan ini masih sama yaitu secara terang-terangan melawan pemerintah pusat dan tentara.

Republik Maluku Selatan (RMS)

Tindakan makar yang dilakukan oleh Republik Maluku Selatan (RMS). Republik Maluku Selatan merupakan gerakan yang memproklamirkan diri pada 25 April 1950 yang memiliki maksud untuk ememisahkan diri dari Negara Indonesia Timur, karena pada saat itu Indonesia masih berbentuk negara serikat.

OPM (Organisasi Papua Merdeka)

Tindakan dugaan makar yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka. Organisasi Papua Merdeka merupakan organisasi yang berdiri pada tahun 1965 yang bertujuan untuk mewujudkan kemerdekaan bagi Papua sisi barat dari Pemerintah Indonesia. Latar belakang Papua sisi barat ingin memiliki kemerdekaan sendiri adalah mereka menganggap bahwa tidak ada hubungan sejarah dengan Negara Indonesia ataupun dengan negara-negara di Asia.

Mereka juga menganggap bahwa Papua bisa menjadi bagian dari Indonesia disebabkan kesepakatan Belanda dengan Indonesia yang berisi Belanda menyerahkan Papua kepada Indonesia.

Dahulu pada 1 Juli 1971 OPM memproklamasikan diri dengan nama Republik Papua Barat, tetapi tidak berangsur lama karena ditumpas oleh Presiden Soeharto melalui militer Indonesia. Kemudian organisasi ini, pada tahun 1982 masih mencari dukungan melalui PBB, GNB, Komunitas Pasifik Selatan dan ASEAN.

Seperti itulah kiranya contoh-contoh kasus makar yang terjadi di Indonesia. Mungkin pada saat ini, di zaman modern ini, juga sebenarnya ada kasus dugaan makar namun masih tetap diselidiki mengenai unsur-unsur dan ciri-ciri kasusnya.

Oleh karena itu kiranya sebagai warga negara Indonesia yang baik, jika ada keluh kesah mengenai sistem pemerintahan dan ketidakadilan dari pemerintah sebaiknya mengkritik dengan cara yang baik dan lebih baik lagi mampu memberi saran mengenai solusi dari permasalahan tersebut. Siapa tahu pemerintah membutuhkan aspirasi kita. Jangan langsung melakukan hal-hal yang negatif kepada pemerintah, suatu masalah akan bisa dicari solusinya jika dibicarakan baik-baik.

Gambar Gravatar
Anggita Ayuningtyas,Memiliki Hobi Menulis dan Saat ini Sedang Proses Penyelesaian Studi di Jurusan PPKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *