Peran Bank Sentral dalam Sistem Perekonomian di Indonesia

Diposting pada

Peran bank sentral

Pada zaman dulu, di Indonesia dalam bertransaksi atau jual beli, menggunakan alat pembayaran berupa uang logam. Yang mana terbuat dari logam, emas dan sebagainya. Di setiap logam tersebut memiliki bahan yang berbeda, sehingga nilai dari setiap logam tersebut juga berbeda. Namun seiring perkembangannya, uang logam tersebut beralih dari logam menjadi uang kertas yang memiliki nilai sama yang dalam sistem pemerintahan semua diatur secara penuh oleh Bank Sentral.

Bank Sentral

Bank sentral di Indonesia yaitu Bank Indonesia. Pada awalnya bermula dari De Javasche Bank yang berdiri tanggal 24 Januari 1828 oleh Belanda. Bank tersebut diresmikan dibawah kewenangan pemerintah Indonesia menjadi Bank Indonesia setelah Indonesia merdeka.

Sejak adanya krisis moneter yang Indonesia alami pada tahun 1997-1998, Bank Indonesia diberi independensi agar tetap fokus pada tujuan utama, yaitu mencapai serta dapat memelihara kestabilan nila mata uang rupiah yang menjadi salah satu identitas nasional.

Pengertian Bank Sentral

Bank sentral adalah badan yang memiliki hak dan wewenang untuk menjaga stabilitas harga atau nilai mata uang. Bank sentral juga memiliki tanggung jawab atas kebijakan moneter di keseluruhan wilayah negara tersebut, dalam hal ini ialah Indonesia.

Peran Bank Sentral di Indonesia

Berikut adalah peranan yang diberikan Bank Sentral dalam sistem perekonomian di Indonesia, diantarnya adalah sebagai berikut;

Menjaga stabilitas moneter

Peran bank Indonesia adalah menjaga stabilitas kebijakan moneter. Kebijakan moneter harus tetap stabil agar negara mendapatkan keuntungan. Jika stabilitas tersebut tidak dijaga dengan baik, maka jumlah uang yang beredar akan sangat terbatas atau bisa jadi berlebih. Hal ini akan memberikan dampak kepada negara itu sendiri.

Dalam menjaga stabilitas moneter, juga diikuti oleh stabilitas sistem keuangan. jika stabilitas moneter diikuti dengan stabilitas sistem keuangan, maka pertumbuhan ekonomi juga akan berkembang dan tumbuh dengan baik. Stabilitas moneter dan stabilitas sistem keuangan ini merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Diantar keduanya, saling terlibat satu sama lain dan saling memberikan pengaruh yang baik.

Jika kebijakan moneter stabil, maka pertumbuhan serta pembangunan ekonomi di Indonesia menjadi beresiko kecil untuk inflsi. Karena pada dasarnya inflasi merupakan kondisi yang sangat tidak diinginkan, sebab akan memiliki dampak yang memengaruhi seluruh sistem perekonomian.

Beberapa contoh kebijakan moneter guna menstabilkan pertumbuhan ekonomi :

  • Menetapkan sasaran moneter
  • Menetapkan tingkat inflasi
  • Penjualan atau pembelian berbagai surat berharga dari masyarakat.
  • Mengatur tingkat kredit serta pembiayaan
  • Merencanakan tingkat suku bunga untuk bank umum.

Pengatur dan pengawas perbankan

Segala bentuk pengaturan dan pengawasan kondisi perbankan, dilakukan oleh bank sentral. Berfungsi untuk meningkatkan kondisi perbankan yang sehat.  Pengaturan dan pengawasan tersebut seperti, memberikan kebijakan kepada bank untuk menyampaikan laporan, memeriksa bank umum, memberikan kebijakan yang efektif untuk dipatuhi, pemberian izin atau pencabutan izin usaha yang dilakukan oleh bank, memberikan wewenang tentang disiplin pasar, dan sebagainya.

Pengatur dan penyelenggara sistem pembayaran

Bank Indonesia sebagai bank sentral memiliki peran untuk mengatur sistem pembayaran yang dilaksanakan oleh lembaga-lembaga keuangan lainnya. Dalam mengatur dan menyelenggarakan sistem pembayaran, bank Indonesia memiliki empat prinsip, yaitu efisien, aman, kesamarataan akses, serta perlindungan konsumen. Bank Indonesia melakukan beberapa hal sebagai berikut, untuk melakukan pengaturan dan penyelanggaraan sistem pembayaran :

  • Memberlakukan sistem pembayaran nasional
  • Memberikan ijin dalam pelaksanaan sistem pembayaran nasional
  • Mengedarkan dan mengeluarkan alat pembayaran
  • Memiliki hak untuk melakukan penarikan, dan pemusnahan alat pembayaran
  • Mengupayakan beberapa hal untuk mengurangi resiko sistem pembayaran nasional

Sebagai Pengamatan dan Peneliti

Bank Indonesia dalam menjalan tugas-tugasnya, agar tercapai dengan baik, maka bank Indonesia melaksanakan beberapa survey serta riset berkala, secara mikro atau makro. Kemudian, bank Indonesia juga memantau atau mengamati bagaimana kerentanan sector keuangan yang bisa saja berpotensi pda stabilitas sistem keuangan.

Memberikan pinjaman kepada Bank yang memiliki masalah

Dalam bank Indonesia, hal ini biasa disebut sebagai The Lender of the Last Resort, yaitu fungsi dari bank Indonesia untuk mengupayakan preventif ketika terjadi kondisi tidak stabil dalam sistem keuangan yang terdiri dari likuiditas baik kondisi normal atau sedang krisis.

  • LoLR normal yaitu bentuk bantuan likuiditas dari bank sentral atau bank Indonesia kepada bank yang bersifat sementara. Bantuan ini bertujuan agar sistem pembayaran menjadi lancar dan stabilitas moneter terjaga. Jaminan dalam bantuan ini sangatlah cukup.
  • LoLR krisis yaitu bentuk bantuan atau fasilitas yang memiliki tujuan untuk mencegah terjadinya resiko pada perbankan dalam lingkup keseluruhan.

Membantu biaya APBN melalui terbitnya Surat Utang Negara

Untuk memperlancar proses kelancaran pembangunan yang telah dirancang oleh pemerintah, Bank Indonesia akan mengupayakan bantuan dalam hal biaya untuk APBN melalui diterbitkannya Surat Utang Negara.

Pengatur rekening pemerintah di Bank Indonesia

Indonesia merupakan negara yang memiliki tujuan untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakatnya, maka dalam hal ini pemerintah membutuhkan simpanan dana pembangunan di bank. Simpanan untuk dana pembangunan sangatlah besar nominalnya, oleh karena itu tidak sembarang bank sebagai penyimpanannya. Oleh karena itu, Bank Indonesia memiliki peran sebagai pemegang kas atau keuangan negara. Baca jugaFungsi Bank di Indonesia Secara Umum dan Contohnya

Sebagai nama pemerintah dalam melakukan pinjaman luar negeri

Seperti yang dijelaskan pada peran ketujuh, dapat disimpulkan bahwa bank Indonesia juga memiliki peran sebagai menerima pinjaman dari luar negeri. Karena disisi lain, bank Indonesia merupakan pemegang kas negara. Jadi, segala bentuk pinjaman luar negeri atau piutang, tertulis atas nama bank Indonesia.

Transaksi yang dilakukan oleh negara juga tercatat di dalam bank Indonesia, baik itu transaksi dari dalam maupun luar negeri. Ketika negara melakukan suatu kerjasama dalam bidang perekonomian dengan berbagai pihak, baik dalam negeri maupun luar negeri, juga tercatat dalam bank Indonesia.

Pemberi saran terhadap kondisi perekonomian di Indonesia kepada pemerintah

Pemerintah dan bank Indonesia atau bank sentral, snagat erat kaitannya. Pihak tersebut saling melengkapi dan membutuhkan. Dalam hal ini, bank Indonesia dapat menjadi pemberi saran atau penyumbang saran ketika kondisi perekonomian mengalami berbagai kondisi. Selain itu, bank Indonesia juga memberikan beberapa saran dan masukan mengenai alur keuangan negara.

Memberikan masukan tentang RAPBN atau kebijakan lain

Dalam peran berikut ini, bank Indonesia memiliki peran sebagai pemberi masukan atau saran tentang RAPBN atau kebijakan lain yang masuk dalam wewenang dan hak dari bank Indonesia itu sendiri.

Baca Juga;

  1. Contoh Pajak di Indonesia pada Umumnya
  2. Jenis Pajak di Indonesia dan Contohnya
  3. Penyebab Korupsi di Indonesia dan Solusinya

Demikianlah serangkaian penjelasan atas materi peran Bank Sentral dalam sistem perekonomian di Indonesia. Semoga hadirnya refrensi ini bisa membantu serta meningkatkan pengetahuan secara mendalam bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *