Variabel Penelitian: Pengertian, Jenis dan Contohnya

Posted on

Variabel penelitian adalah aspek penting dalam membuat suatu penelitian. Sebelum memulai penelitian, sangat penting untuk menentukan variabel penelitian dengan jelas dan tepat agar hasil penelitian dapat diandalkan dan bermanfaat.

Variabel Penelitian

Dalam artikel ini, akan dijelaskan pengertian variabel penelitian, jenis-jenis variabel penelitian, serta bagaimana mengidentifikasi dan mengukur variabel penelitian. Selain itu, akan diberikan contoh kasus untuk memahami lebih jelas tentang konsep variabel penelitian.

Pengertian Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah sebuah faktor atau karakteristik yang diteliti oleh seorang peneliti dalam sebuah studi atau penelitian. Variabel penelitian ini bisa berupa suatu kejadian, peristiwa, perilaku, opini, karakteristik, atau faktor yang relevant terhadap objek penelitian. Pada umumnya, variabel penelitian dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu variabel penelitian independen, variabel penelitian dependen, dan variabel penelitian kontrol.

Variabel penelitian independen adalah variabel yang dapat dimanipulasi oleh peneliti dalam sebuah penelitian. Artinya, peneliti dapat mengatur nilai atau karakteristik dari variabel penelitian independen sesuai dengan kebutuhan penelitian. Contohnya, dalam sebuah penelitian tentang efektivitas sebuah obat terhadap penyakit tertentu, variabel penelitian independennya bisa berupa dosis obat yang diberikan pada pasien.

Sebaliknya, variabel penelitian dependen adalah variabel yang nilainya bergantung pada variabel penelitian independen. Artinya, variabel penelitian dependen dapat dipengaruhi oleh variabel penelitian independen. Contohnya, dalam penelitian efektivitas obat tadi, variabel penelitian dependennya bisa berupa tingkat kesembuhan pasien setelah diberikan obat tersebut.

Sementara itu, variabel penelitian kontrol adalah variabel yang tidak dimanipulasi oleh peneliti dan bertujuan untuk mengurangi efek dari variabel lain dalam penelitian. Contohnya, dalam penelitian obat tadi, variabel penelitian kontrol bisa berupa jenis kelamin, usia, atau kondisi kesehatan pasien sebelum diberikan obat.

Baca Juga : Macam Variabel Penelitian dan Contohnya

Jenis-jenis Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah hal yang mendasar dalam melakukan penelitian. Dalam penelitian, variabel dibagi menjadi tiga jenis yaitu variabel penelitian independen, variabel penelitian dependen, dan variabel penelitian kontrol. Penjelasan lebih detail mengenai jenis-jenis variabel penelitian tersebut adalah sebagai berikut:

Jenis VariabelDefinisi
Variabel Penelitian IndependenVariabel yang tidak dipengaruhi oleh variabel lain dan berfungsi sebagai penjelas atau penyebab dari variabel penelitian dependen.
Variabel Penelitian DependenVariabel yang menjadi fokus dalam penelitian dan dipengaruhi oleh variabel penelitian independen.
Variabel Penelitian KontrolVariabel yang tidak menjadi fokus dalam penelitian, namun tetap dipertimbangkan karena dapat mempengaruhi hasil penelitian.

Selain itu, terdapat juga variasi dalam jenis-jenis variabel penelitian tersebut, seperti variabel penelitian kualitatif dan variabel penelitian kuantitatif. Variabel penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian yang menghasilkan data deskriptif non-numerik, sedangkan variabel penelitian kuantitatif digunakan dalam penelitian yang menghasilkan data numerik yang dapat dihitung atau dikuantifikasi.

Variabel Penelitian Independen

Variabel penelitian independen adalah variabel yang tidak dipengaruhi oleh variabel lain dalam penelitian. Variabel ini adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat dan dianggap sebagai penyebab perubahan pada variabel terikat. Variabel independen juga dapat disebut sebagai variabel bebas.

Pada penelitian kuantitatif, variabel independen dapat diukur dan dimanipulasi oleh peneliti. Oleh karena itu, variabel independen sering kali digunakan dalam penelitian eksperimental, di mana peneliti dapat mengendalikan variabel independen dan mengamati dampaknya pada variabel terikat.

Sebagai contoh, dalam penelitian tentang pengaruh diet terhadap kesehatan, variabel independen adalah jenis makanan yang dikonsumsi. Peneliti dapat memilih jenis makanan tertentu dan memberikannya pada kelompok yang dijadikan sampel, sementara kelompok lainnya tidak diberikan makanan tersebut.

Contoh penggunaan tabel untuk menyajikan data variabel independen

Jenis MakananKelompok 1 (Makanan Diberikan)Kelompok 2 (Makanan Tidak Diberikan)
Buah-buahan dan Sayuran1015
Makanan Tinggi Protein1510
Makanan Tinggi Lemak55

Dalam tabel di atas, kelompok 1 diberikan jenis makanan tertentu, sementara kelompok 2 tidak diberikan. Data tersebut dapat digunakan untuk melihat pengaruh jenis makanan yang diberikan pada variabel terikat, yaitu kesehatan.

Variabel Penelitian Dependen

Variabel penelitian dependen adalah variabel yang diukur sebagai respon atau hasil dari manipulasi variabel independen dalam sebuah penelitian. Variabel ini juga dikenal sebagai variabel terikat. Dalam beberapa penelitian, variabel dependen juga dapat disebut sebagai variabel efek atau hasil.

Contohnya, dalam sebuah penelitian tentang efektivitas suatu obat terhadap penyakit tertentu, variabel dependen dapat berupa jumlah pasien yang sembuh setelah mengonsumsi obat tersebut. Dalam hal ini, variabel independen adalah obat yang diberikan kepada pasien.

Contoh Tabel: Variabel Penelitian Dependen

NoVariabelDefinisi
1Jumlah produk terjualJumlah produk yang berhasil dijual dalam periode waktu tertentu
2Waktu penyelesaian tugasLama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas tertentu
3Tingkat kepuasan pelangganPersepsi pelanggan tentang kualitas produk atau layanan yang diberikan oleh perusahaan

Pada penelitian di atas, jumlah produk terjual, waktu penyelesaian tugas, dan tingkat kepuasan pelanggan adalah contoh dari variabel penelitian dependen.

Untuk mengukur variabel penelitian dependen, peneliti dapat menggunakan berbagai metode seperti angket, wawancara, pengamatan, atau pengukuran langsung.

Penting untuk mengidentifikasi dan memahami variabel penelitian dependen dalam perancangan penelitian karena variabel ini merupakan hasil dari variabel independen dan dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas sebuah intervensi atau pengaruh terhadap suatu fenomena.

Variabel Penelitian Kontrol

Variabel penelitian kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau diatur dalam penelitian untuk memastikan bahwa hasil yang diperoleh mencerminkan efek dari variabel independen pada variabel dependen. Variabel kontrol sering disebut sebagai variabel pengganggu karena dapat mempengaruhi hubungan antara variabel independen dan dependen.

Contoh kasus yang dapat dijadikan sebagai ilustrasi untuk variabel kontrol adalah penelitian tentang hubungan antara merokok dan kesehatan gigi. Variabel independen dalam kasus ini adalah merokok, sedangkan variabel dependen adalah kesehatan gigi. Namun, ada beberapa faktor pengganggu seperti usia, jenis kelamin, dan kebiasaan makan yang dapat mempengaruhi hubungan antara merokok dan kesehatan gigi. Oleh karena itu, faktor-faktor ini harus dikendalikan dalam penelitian untuk memastikan bahwa hasil yang diperoleh akurat.

Biasanya, variabel kontrol diidentifikasi dalam fase perencanaan penelitian dan kemudian diatur selama pelaksanaan penelitian. Pengendalian variabel pengganggu dapat dilakukan dengan menggunakan metode pengambilan sampel yang tepat, rancangan eksperimen yang baik, atau teknik analisis data yang tepat.

Identifikasi Variabel Penelitian

Setelah memahami pengertian dan jenis-jenis variabel penelitian, selanjutnya adalah melakukan identifikasi variabel penelitian yang akan digunakan dalam suatu penelitian. Hal ini penting dilakukan karena dengan mengidentifikasi variabel penelitian, peneliti dapat menentukan variabel mana saja yang akan dijadikan fokus penelitian dan bagaimana variabel-variabel tersebut saling berhubungan.

Untuk melakukan identifikasi variabel penelitian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Pilih tema penelitian yang jelas dan terkait dengan masalah yang ingin diselesaikan.
  2. Tentukan tujuan penelitian yang ingin dicapai dan fokus pada variabel yang terkait dengan tujuan tersebut.
  3. Buat hipotesis yang dapat diuji mengenai hubungan antar variabel penelitian.
  4. Kumpulkan data yang diperlukan melalui berbagai metode penelitian yang tersedia.
  5. Analisis data yang telah terkumpul dan interpretasikan hasilnya.

Dengan melakukan identifikasi variabel penelitian yang tepat, peneliti dapat menghasilkan penelitian yang berkualitas, memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan, dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat.

Pengukuran Variabel Penelitian

Setelah mengidentifikasi variabel penelitian, langkah selanjutnya adalah melakukan pengukuran terhadap variabel tersebut. Pengukuran variabel penelitian dilakukan untuk mengumpulkan sejumlah data yang nantinya akan digunakan untuk analisis.

Pengukuran variabel penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam instrumen, seperti kuesioner, wawancara, atau observasi. Instrumen yang dipilih harus sesuai dengan jenis variabel penelitian yang sedang diteliti.

Pada pengukuran variabel penelitian, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah:

  • Validitas, yaitu sejauh mana instrumen yang digunakan dapat mengukur apa yang seharusnya diukur
  • Reliabilitas, yaitu sejauh mana instrumen yang digunakan dapat memberikan hasil yang konsisten jika diulang pada waktu yang berbeda
  • Objektivitas, yaitu sejauh mana instrumen yang digunakan dapat menghasilkan data yang tidak dipengaruhi oleh peneliti atau pihak lain yang terlibat dalam penelitian

Untuk memastikan pengukuran variabel penelitian yang baik, sebaiknya dilakukan uji coba instrumen terlebih dahulu kepada sejumlah responden. Hal ini dapat membantu menemukan kekurangan atau kelemahan pada instrumen yang digunakan sehingga dapat diperbaiki sebelum digunakan secara luas dalam penelitian.

Relasi antara Variabel Penelitian

Pada suatu penelitian, variabel-variabel yang telah diidentifikasi kemudian harus dikaji hubungan antara satu dengan yang lain. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh atau tidak antara variabel penelitian tersebut.

Sebagai contoh, dalam suatu penelitian mengenai korelasi antara merokok dan kesehatan, variabel merokok menjadi variabel independen, sedangkan variabel kesehatan menjadi variabel dependen. Dalam penelitian ini, dilakukan pengukuran kadar asap rokok pada orang yang merokok (variabel independen) dan penyakit-penyakit yang mungkin dialami oleh orang tersebut (variabel dependen).

Ada beberapa cara untuk mengidentifikasi hubungan antara dua variabel penelitian, di antaranya:

  • Uji Korelasi: Uji korelasi digunakan untuk mengukur tingkat hubungan antara dua variabel. Jika korelasinya positif, maka artinya kedua variabel berkorelasi searah, sedangkan jika korelasinya negatif, artinya kedua variabel berkorelasi terbalik arah.
  • Regresi Linier: Regresi linier digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil dari regresi linier adalah persamaan garis lurus yang menunjukkan tingkat hubungan antara kedua variabel penelitian.
  • Analisis Varians: Analisis varian digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata antara beberapa kelompok variabel. Teknik ini sering digunakan pada penelitian-penelitian yang melibatkan lebih dari dua kelompok variabel.

Perlu diingat bahwa hasil dari penelitian yang telah dilakukan harus dianalisis secara kritis dan obyektif. Oleh karena itu, penggunaan teknik-teknik statistik yang tepat dan akurat sangatlah penting untuk menghasilkan kesimpulan yang valid dari penelitian tersebut.

Baca Juga : 5 Contoh Hasil Penelitian dan Cara Menuliskannya

Variabel Penelitian: Contoh Kasus

Untuk memberi contoh konkret mengenai variabel penelitian, kita dapat menggunakan sebuah penelitian yang bertujuan untuk memahami hubungan antara diet dan kesehatan jantung pada wanita.

Variabel penelitian independen dalam studi ini adalah diet, yang bisa diukur melalui jumlah asupan makanan yang dikonsumsi oleh responden. Sedangkan variabel penelitian dependen adalah kesehatan jantung, yang dapat diukur melalui tes medis seperti tekanan darah, kadar kolesterol, dan tingkat risiko penyakit jantung.

Namun, ada beberapa variabel penelitian kontrol yang perlu diperhitungkan seperti usia, riwayat keluarga, dan tingkat aktivitas fisik, karena faktor-faktor ini dapat memengaruhi kesehatan jantung.

Untuk mengidentifikasi variabel penelitian secara lebih rinci, peneliti dapat membuat daftar variabel-variabel yang akan diteliti dan mengelompokkannya menjadi variabel independen, dependen, dan kontrol. Hal ini akan membantu dalam merancang studi yang tepat dan meningkatkan keakuratan hasil penelitian.

Pada tahap pengukuran, peneliti dapat menggunakan alat yang valid dan reliabel seperti kuesioner makanan untuk mengukur asupan makanan responden dan tes medis yang telah teruji untuk mengukur kesehatan jantung.

Ketika menghitung hasil, peneliti dapat menggunakan analisis statistik untuk menentukan apakah ada hubungan antara diet dan kesehatan jantung pada wanita dalam studi tersebut.

Contoh kasus ini menunjukkan bagaimana variabel penelitian dapat diterapkan dalam sebuah studi ilmiah untuk memahami hubungan antara dua faktor yang berbeda. Dalam merancang studi atau menganalisis hasil penelitian, penting untuk mempertimbangkan semua variabel yang dapat memengaruhi hasilnya agar dapat mencapai kesimpulan yang lebih akurat dan dapat diandalkan.

Variabel Dalam Penelitian

Memahami variabel penelitian merupakan kunci penting dalam menjawab pertanyaan penelitian dan mencapai hasil penelitian yang akurat dan relevan.

Dalam melakukan penelitian, peneliti perlu memahami pengertian dan jenis-jenis variabel penelitian, mengidentifikasi variabel penelitian yang relevan, melakukan pengukuran variabel penelitian dengan baik, dan memahami relasi antara variabel penelitian.

Dengan memahami variabel penelitian secara mendalam, peneliti dapat menghasilkan penelitian yang bermutu dan memberikan kontribusi yang positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan manusia secara umum.

Pentingnya Variabel Penelitian

Dalam suatu penelitian, variabel penelitian merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan. Variabel penelitian digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan mempengaruhi hasil dari penelitian tersebut.

Sebelum menentukan variabel penelitian, peneliti harus memahami pengertian dan jenis-jenis variabel penelitian. Variabel penelitian dapat dibagi menjadi tiga jenis utama yaitu variabel penelitian independen, variabel penelitian dependen, dan variabel penelitian kontrol.

Setelah memahami pengertian dan jenis-jenis variabel penelitian, peneliti harus dapat mengidentifikasi variabel penelitian yang relevan dengan pertanyaan penelitian serta dapat melakukan pengukuran variabel dengan baik.

Hasil penelitian akan menunjukkan relasi antara variabel penelitian. Ada beberapa contoh kasus yang dapat digunakan untuk memahami relasi antara variabel penelitian.

Baca Juga :

Anggita Ayuningtyas, Memiliki Hobi Menulis dan Lulusan S1 di Jurusan PPKN salah satu Kampus Negri di Jawa Tengah