Tugas Mahkamah Agung dan Fungsinya

Diposting pada

Tugas dan Fungsi Tugas Mahkamah Agung

DosenPPKN.Com– Mahkamah Agung yang lebih dikenal dengan MA merupakan insitusi peradilan yang tertinggi dalam lingkup peradilan umum di Indonesia. MA ini dibentuk sebagai dewan legistatif setelah dilakukan Amandemen UUD 1945, yang menyebutkan bahawa tugas dan fungsi Mahkamah Agung sangat penting bagi penegakan hukum di Indonesia.

Mahkamah Agung (MA)

Mahkamah Agung adalah lembaga tertinggi dalam lingkup jajaran peradilan umum, MA dijadikan patokan akhir bagi masyarakat dan pemerintah yang mengajukan gugugat atas serangkaian pelanggaran yang ada dalam keseharian.

Sebagai insitusi yang memiliki kedudukan tertinggi dalam lingkup peradilan umum. Oleh karena itu, selain Mahkamah Agung masih ada lagi lembaga yudikatif yang berada di bawah kendali dari Mahkamah Agung, di antaranya sebagai berikut.

Peradilan Umum

Perdailan umum adalah penyelanggarakaan pengadilan yang dilakukan pada tinggat pengadilan negeri disetiap daerah Indonesia dalam berbagai pelanggarakan-pelanggaran yang dilakukan. Peradilan umum ini juga termasuk di dalamnya adalah pengadilan tinggi.

Pengadilan Tata Usaha Negara

Pengadilan tata usaha Negara adalah bentuk pengadilan yang menangani permasalahan polemtik di dalam negari. Permasalahan ini bisa dalam bentuk pertahanan umum, pemilihan kepala daerah, ataupun prihal gugatan kepegawaian.

Contoh beberapa kasus yang diangani oleh pengadilan tata usaha ini misalnya saja tentang Perkara yang diajukan secara individu oleh Ita La Tho, yang menyampiakan keberatannya diberhentikan dari Kementrian Kesehatan pada tahun 2016.

Pengadilan Militer

Pengadilan militer adalah salah satu bagian dari Mahkamah Agung yang memiliki wewenang untuk menindaklajuti serangkaian masalahan dalam pertahanan di Indonesia. Khusus untuk pengadilan ini dijalankan tertutup untuk anggota militer saja.

Pengadilan Agama

Pengadilan agama adalah sistem hukum di Indonesia yang memberikan penangan terhadap masalah agama, misalnya saja dalam kasus perceraian, perebutan hak anak, pernikahan usia dini, serta penyelesaian harta bersama (gono-gini).

Dari serangkaian penjelasan tentang Mahkamah Agung bagian-bagian lembaga didalamnya, dapatlah dikatakan bahwa polemic kehidupan masyarakat di dalam negri menjadi wewenang mutlak dari MA dalam pengambilan keputusan tingkat akhir.

Tugas Mahkamah Agung

Adapun jika dilihat pada peranan yang diberikan, Mahkamah Agung memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut;

Mengadili di Tingkat Kasasi

Pengadilan tertinggi yang ada di Indonesia ditanggi secara khusus oleh Mahkamah Agung sebagai bentuk legitimasi keputusan. Setiap perbutan yang melanggar UUD dan dapat merusak keteraman hidup masyarakat keputusan MA ini akan dijadikan patokan.

Menguji Peraturan

Kewenangan yang diberikan Mahkamah Agung ialah memberikan serangkaian pengujian atas peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang dasar yang menjadi pedoman setiap keputusan. Ketentuan ini dilihat setelah DPR bersama persiden menegluarkan kebijakan yang berbeda ataupun sama.

Melaksanaan Kewenagan Sesuai UU

Tugas dari Mahkamah Agung yang lain ialah melaksanakan kewenangan lainnya yang dijalankan sesuai dengan amanat undang-undang. Kewengan ini misalnya saja tentang adanya pengajuan dari kaum LGBT yang meminta MA menhapus diskrimasi dengan melagalkan seperti Negara lainnya.

Kecermatan Mahkamah Agung ini tetap berpodoman pada UUD dan Pancasila sebagai idiologi bangsa yang tetap secara tegas menolak permintaan tersebut, meskipun sampai saat ini kaum LGBT masih tetap memepjuangkan haknya dengan dalih pelanggaran HAM.

Fungsi Mahkamah Agung

Sebagai lembaga hukum tertinggi, fungsi utama yang dimiliki oleh MA adalah memberikan keputusan atas kasasi yang diajukan oleh masyarakat. Keputusan ini bersifat final dan tidak dapat lagi seseorang mengajukan kepada lembaga hukum yang lebih tinggi.

Contoh Kasus Mahkamah Agung

Contoh penanganan kasus yang dilakukan oleh MA ini misalnya saja tentang dualisme Ketua Umum pada kepengurusan partai yang terjadi pada PPP (Partai Persatuan Pembangunan) atupun pada Partai Golkar, dengan kejadian sepanjang tahun 2015.

Dua kepemimpjan dari partai politik besar di Indonesia ini saling menjatuhkan satu sama lain, yang dimulai dari Pengadilan Tinggi sampai pada tingkat Mahkamah Agung. Hingga akhirnya apapun yang menjadi keputusan MA dijadikan pedoman akhir bagi masyarakat dan lembaga Negara lainnya, termasuk KPU.

Demikianlah penjelasan mengenai tugas Mahkamah Agung dan fungsinya serta contoh kasusnya. Semoga melalui tulisan ini bisa dijadikan pedoman bagi segenap pembaca yang mendalami materi tentang “lembaga yudikatif”. Trimakasih

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *