Pengertian KAA (Konferensi Asia-Afrika), Fungsi, dan Tujuannya

Diposting pada

KAA (Konferensi Asia-Afrika)

Konferensi Asia-Afrika mempunyai peran penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Konferensi ini merupakan perhelatan internasional pertama kali yang diikuti oleh Indonesia yaitu seminggu setalah proklamasi kemerdekaan Indonesia menjadi negara kesatuan.

Pada waktu itu, melalui konferensi ini dilahirkanlah deklarasi “Dasa Sila Bandung” yang menjadi tonggak perjuangan bangsa-bangsa di Asia dan Afrika untuk memperjuangkan hak kemerdekaan dan kedaulatannya.

Konferensi Asia Afrika (KAA)

Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika disingkat KTT Asia-Afrika (KAA) dan sering disebut sebagai Konferensi Bandung. Konferensi ini merupakan konferensi antara negara-negara Asia-Afrika yang pada dasarnya baru memperoleh kemerdekaan. Konferensi Asia-Afrika membahas hal mengenai kepentingan bersama negara di Asia dan Afrika, khususnya ekonomi, kebudayaan, kolonialisme dan perdamaian dunia.

Negara-negara yang menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika yaitu Indonesia, Myanmar (Burma), Sri Lanka (Ceylon), India dan Pakistan. Sebanyak 29 negara mengirimkan wakilnya pada konferensi yang dilaksanakan pada tanggal 18-24 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung.

Konferensi Asia-Afrika diadakan dengan tujuan mendorong kerja sama ekonomi dan kebudayaan negara Asia dan Afrika serta memperkuat perlawanan terhadap kolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet maupun imperalis lain.

Hasil keputusan dari konferensi Asia Afrika disebut Dasa Sila Bandung yang unsur-unsurnya dimasukkan dalam Piagam PBB. Sehingga, konferensi ini merupakan awal dari terbentuknya Gerakan Non-Blok tahun 1961.

Negara-Negara yang mengikuti Konferensi Asia-Afrika

Negara-negara yang mengikuti konferensi ini meliputi lima negara pengundang dan 29  negara yang diundang (enam negara Afrika dan 18 negara Asia). Negara-negara tersebut yaitu:

Negara pengundang:

  1. Indonesia
  2. India
  3. Pakistan
  4. Sri Lanka
  5. Myanmar

Negara yang diundang:

  1. Negara di Asia (Filipina, Thailand, Kampuchea, Laos, RRC, Jepang, Vietnam Utara, Vietnam Selatan, Nepal, Afghanistan, Iran, Irak, Saudi Arabia, Syiria, Yordana, Lebanon, Turki, Yaman)
  2. Negara di Afrika (Mesir, Sudan, Ethiopia, Liberia, Libia, Pantai Emas)

Sejarah Singkat Konferensi Asia-Afrika

Adapun untuk prosesi sejarah terselenggaranya KAA di Indonesia, antara lain adalah sebagai berikut;

Konferensi Asia-Afrika sebagai Dasar Gerakan Non-Blok

Selama Perang Dingin, Konferensi Asia-Afrika menjadi dasar Gerakan Non-Blok. Kedua blok atau kubu tersebut mempunyai pandangan ideologi berbeda yang memanaskan situasi dunia.

Para pemimpin negara-negara berkembang bersatu untuk menghindari paksaan berpihak pada salah satu sisi dalam Perang Dingin antara kekuatan Amerika Serikat (Blok Barat) dan Uni Soviet (Blok Timur). Meskipun terdapat organisasi PBB pada masa itu, namun belum bisa menyelesaikan perang.

Pemrakarsa Konferensi Asia-Afrika

Prakarsa untuk mengadaan konferensi Asia Afrika dikemukakan pertama kali oleh Perdana Menteri RI Ali Sastromidjojo yang mendapat dukungan dari negara penyelenggara. Ketika Perang Dunia II berakhir, negara yang mencapai kemerdekaan antara lain India, Indonesia, Filipina, Pakistan, Myanmar, Srilanka, Vietnam, dan Libia.

Masih banyak negara di kawasan Asia dan Afrika yang belum mencapai kemerdekaan. Oleh karena mempunyai perasaan senasib di masa sebelum merdeka, maka dicetuskanlah Konferensi Asia-Afrika.

Konferensi Pendahuluan Sebelum Konferensi Asia-Afrika

Pendahulu terjadinya KAA, antara lain sebagai berikut;

Konferensi Kolombo di Sri Lanka (Pancanegara I)

Persiapan menghadapi konferensi di Jenewa.

Konferensi Bogor di Indonesia (Pancanegara II)

  • Penentuan tempat Konferensi Asia-Afrika
  • Penentuan hal yang akan dibahas dalam Konferensi Asia-Afrika
  • Pemberian dukungan terhadap Indonesia terkait Irian Barat.

Penunjukkan Kekuatan bagi negara di Kawasan Asia dan Afrika

Pada prinsipnya, konferensi ini merupakan suara-suara negara berkembang. Mereka berusaha menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi kekuatan dalam politik internasional di masa depan, di dalam atau di luar kerangka Perang Dingin.

Latar Belakang Konferensi Asia Afrika

Apabila dijabarkan, maka latar belakang dilaksanakannya Konferensi Asia Afrika adalah sebagai berikut:

  1. Kejayaan masa lalu di beberapa negara di kawasan Asia dan Afrika

Pernah menagalami kejayaan tanpa penjajahan dengan sumber daya melimpah, kemudian kebebasan dirampas melalui kolonialisme.

  1. Perasaan senasib

Negara-negara tersebut sama-sama mengalami penjajahan dan penindasan, keculai Thailand.

  1. Meningkatnya kesadaran berbangsa

Melalui kaum cendekiawan dan intelektual, mereka mempelopori perjuangan untuk lepas dari penderitaan dan kolonialisme.

  1. Terdapat Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur

Perang Dingin juga berimbas pada negara-negara sekitar yang lemah. Mulai dari terkena dampak saling mengungguli senjata dan dipaksa untuk mengikuti salah satu blok.

  1. Menjadi unsur-unsur yang kuat dalam hal agama, bangsa, dan budaya

Selain dari kebebasan dari kolonialisme dan perdamaian, KAA juga membahas mengenai topik perekonomian dan kebudayaan negara di Asia dan Afrika.

  1. Letak dari negara peserta Konferensi Asia-Afrika yang saling berdekatan.

Secara geografis, letak dari negara KAA saling berdekatan dan melengkapi satu sama lain.

Fungsi Konferensi Asia-Afrika

Peranan adanya KAA, antara lain sebagai berikut;

  1. Sebagai pilar penghapusan kolonialisme, imperialism, dan dekolonisasi di kawasan Asia dan Afrika

Mengusahaan kemerdekaan bagi negara yang belum merdeka serta bersama mempertahankan kedaulatan negara di kawasan Asia dan Afrika.

  1. Sebagai tonggak berdirinya Gerakan Non Blok

Kelompok ini memiliki mekanisme untuk membangun konsensus negaranya sendiri dengan tidak turut serta pada blok barat maupun blok timur.

  1. Sebagai perekat persaudaraan antara negara-negara di Asia dan Afrika

Perbedaan antara tradisi dengan Barat. Pada konferensi, dilakukan diskusi mengenai keberagaman budaya di kawasan Asia dan Afrika.

  1. Sebagai pemerkuat komitmen perdamaian dan kerja sama dunia dengan menghasilkan Dasa Sila Bandung yang didasarkan dari prinsip yang terdapat dalam Piagam PBB dan prinsip Jawaharlal Nehru.

Dasa Sila Bandung sebagai hasil kesepakatan Konferensi Asia Afrika antara lain:

  1. Penghormatan terhadap pengertian hak asasi manusia dengan dimuat dalam Piagam PBB.
  2. Penghormatan atas kedaulatan dan integritas setiap bangsa
  3. Pengakuan persamaan semua suku dan arti bangsa
  4. Pelarangan intervensi atau campur tangan urusan dalam negeri dari negara lain
  5. Penghormatan hak negara dan bangsa untuk mempertahankan kedaulatannya dengan sendiri atau kolektif yang didasarkan atas Piagam PBB
  6. Pelarangan penggunaan pertahanan kolektif secara khusus untuk pertahanan pribadi suatu negara dengan melakukannya kepada negara lain.
  7. Pelarangan tindakan atau ancaman agresi dan penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah dan kemerdekaan politik suatu negara.
  8. Penyelesaian perselisihan melalui jalan damai misalnya perundingan, persetujuan, arbitrasi dan sebagainya sesuai dengan pilihan pihak yang bersangkutan yang didasarkan pada Piagam PBB
  9. Meningkatkan kepentingan bersama dan kerja sama
  10. Penghormatan terhadap hukum dan kewajiban internasional.

 

  1. Sebagai pilar meningkatnya perekonomian di kawasan Asia dan Afrika

Lepas dari penjajahan serta bangkit dalam permasalahan finansial dengan mengoptimalkan organisasi internasional yang sudah ada. Kerja sama juga dilakukan dengan saling membantu antara negara satu dengan negara lainnya terkait kekayaan alam.

  1. Berperan dalam mendorong keanggotaan PBB agar bersifat universal.

Dekolonisasi mengakibatkan perubahan komposisi dalam struktur PBB. Pada awalnya terdiri dari organisasi Timur dan Barat menjadi Utara dan Selatan. Dampaknya adalah terjadi perubahan radikal dalam organisasi khususnya ekspansi anggaran dalam pembangunan dan ekonomi. Melalui KAA, mengusulkan semua negara yang memenuhi syarat bisa masuk menjadi anggota PBB.

Tujuan Diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika

Adapun tujuan atas diselenggarakannya KAA, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Memajukan kerja sama bangsa-bangsa di Asia dan Afrika dalam bidang sosial, ekonomi dan budaya.

Kerja sama ini diwujudkan melalui saling memberikan bantuan teknik dan tenaga ahli satu sama lain. Selain itu, juga memanfaatkan organisasi internasional yang sudah ada untuk meningkatkan perekonomian.

  1. Memberantas diskriminasi ras, kolonialisme, dan dekolonialisme

Konferensi ini mendukung untuk dihapusnya rasisme di dunia. Melalui konferensi ini, berusaha untuk menghapuskan kolonialisme dan membantu kemerdekaan negara-negara lain.

  1. Memperkuat peranan negara di Asia dan Afrika untuk ikut serta dalam perdamaian dan kerja sama internasional

Negara-negara yang terlibat Edalam KAA berusaha untuk mengusulkan bahwa negara yang telah memenuhi syarat untuk bergabung menjadi anggota PBB.

  1. Membicarakan permasalahan khusus mengenai kepentingan bersama negara di Asia dan Afrika terkait kedaulatan negara, rasionalisme dan kolonialisme

Oleh karena mengalami permasalahan senasib, negara yang tergabung dalam KAA berusaha mencari solusi untuk menghapuskan kolonialisme serta diskriminasi warna kulit di dunia.

Nah, demikianlah serangkain penjelasan serta pengulasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian KAA (Konferensi Asia-Afrika), sejarah, latar belakang, fungsi, faktor, dan tujuannya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan. Trimakasih,

Sumber Tulisan
  • Aghazarian, Armen. 2012. Thesis: We the Peoples of Asia and Africa (The Bandung Conference and the Southernisation of the United Nations, 1955-1960). Sydney: The University of Sydney
  • Nina dan Retno. 2015. History of the World: Sejarah Dunia Kuno dan Modern. Yogyakarta: Indoliterasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *