Ciri-Ciri Spionase dan Contohnya

Diposting pada

Ciri Ciri Spionase

Gerakan yang termasuk dalam ancama spionase sepertinya tidak akan hilang. Hal ini lantaran sejak akhir abad kesembilan belas berbagai bentuk negara di dunia telah mengizinkan satu sama lain untuk menempatkan apa yang disebut atase militer di kedutaan luar negeri mereka.

Dimana para “atase” ini kemudian bertugas untuk mengumpulkan rahasia intelijen tentang angkatan bersenjata negara yang menjadi tujuannya. Sehingga banyak dari kegiatan atase yang dirahasiakan untuk melindungi kepentingan dan reputasi nasional.

Spionase

Spionase adalah suatu proses mendapatkan informasi yang tidak tersedia untuk umum dengan memanfaatkan agen rahasia atau peretasan dalam sistem komputer. Dimana tindakan spionase biasanya juga akan melibatkan upaya untuk mempengaruhi pembuat kebijakan dan pembentuk opini agar memberikan keuntungan bagai kekuatan asing.

Oleh karena itulah spionase dianggap sebagai aktivitas mencari tahu rahasia politik, militer, atau industri musuh atau saingan kita dengan menggunakan mata-mata.

Ciri Spionase

Ancaman spionase memiliki beberapa karakteristik, diantaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Bertujuan Mengambil Informasi Rahasia

Spionase akan senantiasa bertujuan untuk mengambil informasi yang bersifat rahasia atau penting dari suatu organisasi atau negara. Dengan demikian, pelaku spionase bisa melakukan intervensi terhadap kebijakan luar negeri, komersial, dan militer suatu negara.

  1. Dilakukan Secara Tersembunyi

Spionase dilakuksen secara rahasia dan terselubung. Hal itulah yang menyebabkan sebagian besar aksi spionase tidak dapat terungkap atau tidak diketahui oleh masyarakat umum. Sumber informasi yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan aksi spionase bukan berasal dari sumber terbuka, tapi dari agen terlatih yang disusupkan ke dalam organisasi atau negara tertentu.

  1. Dilakukan Oleh Ahli

Spionase pada dasarnya hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu yang mempunyai kecerdasan di atas rata-rata. Selain itu, spionase juga dilakukan dengan menggunakan perlengkapan dengan teknologi canggih guna menunjang segala resiko yang mengancamnya.

  1. Memiliki Banyak Wajah

Pelaku spionase bisa beroperasi di bawah perlindungan organisasi non resmi dalam menyembunyikan fakta bahwa mereka bekerja untuk intelijen. Atau dengan kata lain, pelaku spionase dapat berperan sebagai siapa saja, mulai dari mahasiswa, pengusaha, jurnalis, maupun berbagai profesi lainnya.

Contoh Spionase

Adapun untuk contoh adanya spionase ini, misalnya saja;

  1. China dan Amerika

Para peretas China berhasil membobol sistem komputer lima perusahaan minyak dan gas multinasional pada tahun 2011. Mereka berhasil lolos dengan rencana penawaran dan informasi hak milik penting lainnya menurut sebuah artikel oleh Reuters pada saat itu.

Informasi itu sangat sensitif dan akan bernilai uang yang sangat besar bagi pesaing. Sebuah laporan yang dikumpulkan tentang serangan oleh McFee Inc menyebut insiden itu “Operasi Naga Malam“. Laporan tersebut tidak merinci perusahaan mana yang terkena dampak dan bahwa tujuh perusahaan potensial lainnya juga menjadi korban.

Tiga perusahaan minyak terbesar yang berbasis di AS, Exxon Mobil, Chevron dan ConocoPhillips, semuanya menolak berkomentar apakah mereka telah menjadi sasaran, dengan alasan kebijakan untuk tidak berbicara tentang langkah-langkah keamanan mereka.

Nah, itulah saja serangkaian artikel yang bisa diberikan tentang karakteristik spionase dan contoh kasusnya yang pernah terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *