Pengertian Internalisasi, Tahapan dan Contohnya

Diposting pada

Internalisasi Adalah

Internalisasi adalah upaya untuk menanamkan suatu hal baik itu sikap, perilaku maupun nilai dasar Pancasila pada sesorang. Internalisasi merupakan hal hal yang wajar terjadi terlebih diera modern seperti saat ini. Dengan adanya teknologi internalisasi semakin mudah dilakukan olrh siapapun dan kapan pun.

Internasilasi perlu diimbangi dengan pola pikir yang rasional. Internalisasi dapat memberikan dampak yang bebeda dapat dampak negatif maupun dampak positif. Internalisasi yang berdampak negatif lambat laun akan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Maka dari itu penting untuk memahami internalisasi. Artikel ini akan mengulas tentang pengertian internalisasi, tahapan dan contohnya.

Internalisasi

Internalisasi dalam asal triminologi berawal dari Bahasa Inggris “internalization” yang mengindikasikan tentang hal yang tidak dapat dipisahkan dari hidup bermasyarakat, berbangsa maupun dalam sistem pemerintahan yang ada di dalam negara. Internalisasi merupakan penanaman nilai-nilaipada diri seseorang sehinga menjadi kepribadiannya.

Pengertian Internalisasi

Pengertian internalisasi adalah suatu proses pembejalaran yang dilakukan sejak individu dilahirkan sampai ia hampir meninggal. Pada  proses ini, seseorang secara kontinu (berkesinambungan) akan melakukan belajar untuk mengembangkan kepribadiannya.

Internalisasi dapat diartikan sebagai upaya penyatuan antara sikap, standar tingkah laku, pendapat di dalam kepribadian sesorang. Inti dari internalisasi yaitu penyatuan hal-hal tertentu sehingga dapat menjadi kepribadian sesorang .

Dalam bahasa psikologi internalisasi merupakan upaya penyatuan atau penyesuaian keyakinan, sikap, praktik, nilai dan aturan-aturan baku dalam diri seseorang. Sehinga internalisasi memerlukan waktu yang lama agar benar-benar tertanam dalam diri seseorang.

Pengertian Internalisasi Para Ahli

Berikut akan dipaparkan  mengenai internalisasi, menurut pandangan para ahli. Antara lain adalah sebagai berikut;

Sujatmiko (2014)

Menurut Sujatatmiko pengertian internalisasi adalah proses pembelajaran selama hidup di dunia, yang dilakukan oleh seseorang kepada masyarakat atau kelompok-kelompok sosial. Pembelajaran tersebut berupa penyerapan aturan di dalam masyarakat, nilai, dan norma hukum.

Menurut sujatmiko makna internalisasi menekankan pada belajar sepanjang hayat, artinya bahwa selama sesorang hidup dan belajar dapat dikatakan sebagai internalisasi. Internalisasi tidak terbatas pada waktu dan tempat dimana sesorang berada.

Kartono (2011)

Definisi internalisasi menurut Kartono ialah suatu  tindakan yang dilakukan oleh seseorang melalui praktek dengan adanya kesadaran, tidak ada  paksaan. Pengertian  ini berarti bahwa internalisasi dilakukan secara sadar oleh seseorang yang akan membentuk adat atau kebiasaan dalam diri seseorang.

Kartono menegaskan bahwa internalisasi dilakukan sesorang dengan sadar tanpa adanya paksaan, baik yang akan melakukan internalisasi maupun yang menerima internalisasi. Adanya kesadaran dalam melakukan internalisasi akan memudahakan sesorang untuk menerima apa yang diberikan.

Puspita Sari (2014)

Sedangkan menurut Puspita Sari internalisasi meruapakan penanaman  sikap, prilaku, dan nilai yang di dapatkana melalui proses pembinaan,  belajar, dan bimbingan. Tujuannya  agar apa yang di dapatkan dan dilakukan sesuai dengan keinginan dan harapan di dalam kehidupan bermasyarakat.

Pendapat Puspita Sari di atas menekankan bahwa hal-hal yang diinternalisasikan adalah sikap , perilaku dan nilai. Internalisasi dilakukan dalam waktu yang lama mulai dari pembinaan, belajar, dan bimbingan. Tujuan dari internalisasi adalah agar seseorang dapat melakukan hal-hal yang ada didalam masyarakat dengan baik.

Dari paparan pengertian internalisasi menurut para ahli di atas, dapat disimpulakan bahwa internalisasi merupakan proses yang dilakukan berulangkali untuk menanamkan nilai, sikap dan perilaku seseorang. Sehingga keadaan ini menjadi suatu pola yang mantap dan norma yang mengatur tindakannya dibudayakan. Oleh karena itu  internalisasi sebagai salah satu  faktor pendorong perubahan sosial. Baca jugaPengertian Masyarakat Madani, Karakteristik, Syarat dan Contohnya

Tahapan Internalisasi

Untuk melakukan proses internalisasi terdapat tiga tahap yang harus dilakukan, berikut penjelasannya :

Transformasi Nilai

Tahap transformasi nilai merupakan tahap suatu tahap yang terjadi antara kedua belah pihak dalam bentuk komunikasi verbal. Proses ini berupa transfer atau pemindahan informasi dari orang satu ke orang yang lainnya dalam bentuk hubungan sosial. Hal yang dipindah masih bersifat kognitif dan tidak dapat memaksakan penerima untuk menerima informasi dengan baik.

Contohnya adalah kegiatan belajar mengajar disekolah. Di sekolah guru mengajarkan materi yang seharusnya diajarkan keapada peserta didik.  Namun guru tidak bisa memaksa peserta didik untuk menerima materi yang diajarkan dengan baik.

Transaksi Nilai

Tahap kedua adalah transaksi nilai. Tahap ini dinamakan pula dengan komunikasi dua arah. Pada tahap ini kedua belah pihak saling bertukar pikiran mengenai suatu topik dan memiliki pengaruh yang luas. Maka pada tahap ini keduanya dituntut untuk aktif berkominukasi.

Contohnya adalah orang tua yang memberikan pendidikan moral, disini akan terjadi komunikasi dua arah antara orang tua dan anak. Orang tua tidak hanya memberikan penjelasan tentang pendidikan moral tetapijuga memberikan contoh agar dapat diterima.

Transinternalisasi

Tahap yang terakahir adalah transinternalisasi. Tahap ini merupakan tahap yang lebih mendalamjika dibandingkan dengan dua tahap sebelumnnya. Pada tahap ini internalisasi tidak hanya dilakukan melalui komunikasi verbal saja tetapi juga contoh mental dan kepribadian yang akan ditonjolkan. Inti dari internalisasi pada tahap ini adalah komunikasi kepribadian.

Contohnya adalah pengajaran unsur-unsur budaya. Pengajaran ytentang unsur-unsur budaya tidak hanya diberkan dalam bentuk penjelasan verbal saja. Namun disertai dengan praktik dan jugaa kepribadian serta mental cinta tanah air dan budaya.

Dampak Internalisasi

Internalisasi memiliki dua sisi yaitu internalisasi yang membawa dampak positif daninternalisasi yang membawa dampak negatif. Internalisasi perlu diimbangi dengan kesadaran individu agar dapat membedakan mana internalisasi yang berdampak positif maupun negatif, maka dari intu internalisasi tidak dapat dilakukan dengan paksaan.

Contoh internalisasi

Contoh internalisasi dapat kita lihat atau kita ambil dari beberapa macam seperti :

Contoh Internalisasi dalam Masyarakat

Contoh internalisasi yang sering kita jumpai  dalam masyarakat, terkhusus di dalam lingkungan keluarga. Kepribadian seorang anak yang yang dilakukan pada kehidupan sehari-hari banyak  mengadopasi dari bagaimana orangtua memberikan pendidikan dan bimbingannya sewaktu di masa kanak-kanak, sebagaimana pepatah mengetakan, bahwa “Buah jatuh tidak juh dari pohonnya”.

Jika orangtua memberikan pendidikan dengan cara baik maka pada kita dapat mengiternalisasikan apa yang kita dapatkan dari yang diajarkan orang tua. Sebaliknya, jika orangtua sering berseteru dan emosi dalam memberikan pendidikan maka prilaku anak tidak jauh dari kepribadian seperti itu, meskipun ada pengerauh lingkungan di dalamnya.

Maka internalisasi yang paling mudah dilihat adalah internalisasi di dalam keluarga. Keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian seseorang, sebab kepribadian seseorang akan menggabarkan nilai-nilai yang diberikan dalam keluarga apakan itu nilai baik maupun nilai yang buruk.

Contoh Internalisasi Budaya

Contoh berikutnya adalah internalisasi budaya, internalisasi budaya dapat kita jumpai pada zaman sekarang, dimana kecenderungan anak-anak mmuda  mayoritas mencintai budaya Korea, seperti musik K-Pop. Apa saja  yang dilakukannnya mencontoh pada yang dilihatnya, keberhasilan internalisasi budaya yang dilakukan Korea khususnya di  negara Indonesia ini disebebkan karena keratifitas dan inovasi yang dilakukan dalam mewujudkan peran Korea sebagai sentral kebudayaan.

Hal tersebut tentu saja dipengaruhi oleh nilai dan norma dalam sistem budaya Korea dan juga oleh sistem sosial yang telah diinternalisasikan melalui proses sosialisasi dan proses pembudayaan seseorang untuk menyukai  budaya korea. Lambat laun masuknya budaya korea tersebut akan menjadi ancaman bagi kebudayaan di negri sendiri.

Contoh Internalisasi Agama

Pada hal agama atau kepercyaan tidak luput daripada internalisasi, banyak sekali bentuk internalisasi yang dilakukan di dalam agama. Seperti dalam bangunan-bangunan Masjid atau Gereja. Bangunan yang didirikan  biasanya contoh daripada internalisasi dari negara-negara lain, yang dianggap baik dan memberikan kesan indah.

Contoh Internalisasi dalam Pendidikan

Dunia pendidikan  sering kali mengalami  internalisasi, contohnya sistem pendidikan di Indonesia  pada umumnya dipengaruhi sistem pendidikan dari Belanda, seperti wajib memakai seragam saat sekolah, memakai meja saat belajar, dan lain sebaginya. Hal tersebut dapat terjadi karean belanda pernah menjajah Indonesia, tanpa disadari banyak internalisasi yang terjadi baik nilai, budaya maupun bahasa.

Nah, demikianlah serangkaian penjelasan serta pengulasan secara lengkap mengenai pengertian internalisasi menurut para ahli, tahapan, dampak, dan contohnya yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan serta pengetahuan bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *