Jenis Literasi dan Contohnya di Masyarakat

Diposting pada

Macam Literasi dan Contohnya

Literasi adalah keterampilan utama dan ukuran utama dari suatu pendidikan. Literasi global telah tumbuh secara substansial dalam dua abad terakhir. Sementara bentuk komunikasi tertulis paling awal berasal dari sekitar 3.500-3.000 SM, literasi selama berabad-abad memiliki teknologi yang sangat terbatas yang terkait erat dengan penggunaan kekuasaan.

Hingga sampai abad pertengahan produksi buku mulai tumbuh dan melek huruf di antara masyarakat umum perlahan mulai menjadi penting di dunia barat. UNESCO telah berada di garis depan upaya literasi global sejak 1946 dengan memajukan visi dunia untuk meningkatkan melek huruf bagi semua orang.

Hal tersebut merupakan sebagai bagian intrinsik dari hak atas pendidikan yaitu pendidikan seumur hidup. Efek berganda dari melek huruf memberdayakan orang, memungkinkan mereka untuk berpartisipasi penuh dalam masyarakat dan berkontribusi untuk meningkatkan mata pencaharian. Artikel ini secara khusus akan mengulas, jenis literasi secara umum.

Literasi

Definisi literasi sejatinya dapat menjadi pendorong pembangunan berkelanjutan karena melek partisipasi yang lebih besar di pasar tenaga kerja, peningkatan kesehatan dan gizi anak dan keluarga,  mengurangi kemiskinan dan memperluas kesempatan hidup.

Di luar konsep konvensionalnya sebagai seperangkat keterampilan membaca, menulis, dan berhitung, literasi kini dipahami sebagai sarana identifikasi, pemahaman, interpretasi, kreasi, dan komunikasi dalam dunia yang semakin digital, diperantarai teks, dan kaya informasi.

Namun secara global, kurang lebih 750 juta anak muda dan dewasa masih belum bisa membaca dan menulis dan 250 juta anak-anak gagal memperoleh keterampilan dasar melek huruf. Ini menghasilkan pengecualian pemuda dan orang dewasa yang berpendidikan rendah dan kurang terampil dari partisipasi penuh dalam komunitas dan masyarakat mereka.

Untuk memajukan literasi sebagai bagian integral dari pembelajaran seumur hidup dan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan, UNESCO mengambil pendekatan untuk mempromosikan literasi di seluruh dunia dengan penekanan pada pemuda dan orang dewasa.

Pendekatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Membangun fondasi yang kuat melalui pendidikan anak usia dini
  2. Memberikan pendidikan dasar yang berkualitas untuk semua anak
  3. Meningkatkan tingkat keaksaraan fungsional untuk kaum muda dan orang dewasa yang tidak memiliki keterampilan dasar keaksaraan
  4. Mengembangkan lingkungan yang melek literasi.

Jenis Literasi

Dibawah ini diuraikan macam-macam bentuk dari beragam fungsi literasi, diantaranya adalah sebagai berikut:

Literasi Digital (Digital Literacy)

Literasi digital merupakan literasi yang mencakup berbagai keterampilan, yang semuanya diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam dunia yang semakin digital. Ketika media cetak mulai jarang ditemukan, kemampuan untuk memahami informasi yang ditemukan online menjadi semakin penting.

Literasi Media Media (Literacy)

Menurut Asosiasi Nasional Untuk Pendidikan Literasi Media, literasi media adalah kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, membuat, dan bertindak menggunakan semua bentuk komunikasi. Literasi media berarti apa pun mulai dari menafsirkan emoji hingga memahami pesan mendasar dalam iklan online hingga menghasilkan konten video viral dan mengenali iklan asli.

Literasi Rekreasi (Recreational Literacy)

Literasi rekreasi merupakan kegiatan independen yang dilakukan guna memupuk sikap positif, minat, dan kebiasaan membaca.

Literasi Disiplin (Disciplinary Literacy)

Literasi disiplin merupakan perlakuan oleh para ahli di berbagai disiplin ilmu untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis siswa yang spesifik untuk berbagai disiplin ilmu.

Literasi Sipil (Civic Literacy)

Literasi sipil merupakan pengetahuan tentang cara berpartisipasi aktif dan mempengaruhi perubahan di komunitas lokal dan masyarakat.

Literasi Multikultural (Multicultural Literacy)

Literasi multikultural merupakan kemampuan untuk memahami dan menghargai persamaan dan perbedaan antara adat, nilai, dan kepercayaan.

Literasi Informasi (Information Literacy)

Literasi informasi merupakan sebuah proses transformasi yang pertama kali dijelaskan oleh Abilock di mana pelajar perlu menemukan, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk untuk keuntungan pribadi mereka. Ini dapat mencakup tujuan pribadi, sosial, atau global.

Literacy Fungsional (Functional Literacy)

Dalam konteks dunia yang mengglobal, literasi fungsional diartikan sebagai proses sederhana untuk memperoleh keterampilan kognitif dasar hingga menggunakan keterampilan ini dengan cara yang berkontribusi pada pembangunan sosio-ekonomi, untuk mengembangkan kapasitas untuk kesadaran sosial dan refleksi kritis sebagai dasar untuk perubahan pribadi dan sosial.

Literasi Konten (Content Literacy)

Literasi konten merupakan penggunaan literasi di bidang-bidang tertentu seperti literasi matematika atau literasi sains.

Literasi Dini (Early Literacy)

Literasi dini merupakan apa yang diketahui seorang anak tentang komunikasi, membaca, dan menulis sebelum mereka belajar membaca dan menulis.

Literal Perkembangan (Developmental Literacy)

Literasi perkembangan merupakan suatu bentuk instruksi keaksaraan yang mempertimbangkan tingkat perkembangan anak. Intinya, ini memberikan instruksi keaksaraan yang sesuai dengan perkembangan anak.

Literasi Keseimbangan (Balanced Literacy)

Literasi keseimbangan merupakan program membaca yang menggunakan beberapa metode membaca berbeda untuk menawarkan instruksi membaca yang berbeda.

Literasi Kritis (Critical Literacy)

Literasi kritis merupakan kumpulan disposisi dan keterampilan yang mengolah pengajaran inovatif, berpikir kritis, dan penyelidikan aktif. Literasi kritis membantu siswa dalam berpikir kritis tentang hal-hal yang mereka baca, bukan hanya menyapu permukaan.

Contoh Literasi

Terdapat beberapa contoh aktivitas yang dapat dilaukan untuk melatih budaya literasi di sekolah ataupun di masyarakat secara umum, misalnya:

  1. Membuat majalah dinding, misalnya di kelas atau di kantin sekolah.
  2. Memanfaatkan cerita pendek untuk membantu siswa memahami isi bacaan, karena cerpen dapat melibatkan siswa tanpa menginvestasikan terlalu banyak waktu atau energi, tetapi kedalaman cerita.
  3. Menetapkan tantangan membaca bagi siswa, ini dapat dilakukan dengan meminta mereka untuk membaca sejumlah buku dengan poin yang berbeda sepanjang tahun.

Nah, demikianlah serangkaian penjelasan serta pengulasan secara lengkapnya terkait dengan macam literasi dan contohnya. Semoga melalui artikel ini dapat memberikan wawasan serta menambah refrensi mendalam bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *