Contoh Solidaritas Organik di Masyarakat

Diposting pada

Solidaritas Organik di Masyarakat

Solidaritas merupakan hal yang sangat dibutuhkan masyarakat. Setiap kelompok sosial dalam masyarakat dapat mempertahankan eksistensinya apabila terdapat solidaritas antar anggotanya. Seperti yang diungkapkan oleh Emil Dhurkeim bahwa solidaritas ini merupakan perasaan saling percaya antar para anggota kelompok. Demikian, membuat individu menjadi nyaman berada dalam kelompok tertentu. Sehingga, keakraban dalam hubungan sosial bukan hanya menjadi alat untuk mencapai tujuan. Namun, keakraban adalah tujuan dari adanya masyarakat itu sendiri

Terdapat dua macam solidaritas, yakni solidaritas mekanik dan solidaritas organik. Adapun pada artikel ini kita akan membahas mengenai solidaritas organik. Terdapat sedikit konsep mengenai apa sebenarnya solidaritas organik itu. Bagaimana kita harus memaknai dan menyikapinya? Dan apakah solidaritas organik itu ada dalam kehidupan bermasyarakat? Untuk menjawab hal tersebut, kita akan menyajikan contoh-contoh solidaritas organik yang biasa kita jumpai dalam masyarakat.

Solidaritas Organik

Solidaritas organik berkembang pada masyarakat modern kompleks layaknya masyarakat perkotaan. Solidaritas ini didasarkan atas dasar saling ketergantungan, bukan karena kesamaan komponen dalam masyarakat seperti halnya solidaritas mekanik. Saling ketergantungan ditimbulkan karena adanya pembagian kerja dan penambahan spesialisasi dalam masyarakat.

Goerge Ritzer mengungkapkan bahwa masyarakat dengan tipe solidaritas organik dipersatukan karena perbedaan di antara individu. Masing-masing individu mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berbeda dalam melangsungkan kehidupan atau tujuan bersama. Artinya, meskipun setiap individu mempunyai sumbangan yang berbeda, namun saling membutuhkan satu sama lain. Biasanya mereka dipersatukan karena kepentingan ekonomi.

Masyarakat pada tipe solidaritas organik kurang bergantung pada pengenaan aturan yang seragam. Biasanya menggunakan perjanjian dan dasar hukum yang lebih besar dibandingkan hanya dari sanksi berdasarkan macam norma atau kepercayaan kelompok. Sanksi yang diberikan bersifat restritutif. Dalam arti lain, sanksi bukan untuk memberikan penderitaan, namun untuk mengambalikan masyarakat ke keadaan semula sebelum pelanggaran terjadi.

Kelebihan dari solidaritas ini adalah kerja mereka terorganisir dengan baik karena adanya pembagian tugas masing-masing individu. Selain itu, pekerjaan menjadi lebih ringan, efektif dan efisien. Namun, di sisi lain kesadaran kolektif masyarakat lebih rendah daripada solidaritas mekanik. Pembagian spesialisasi dan minimnya keseragaman biasanya membuat masyarakat menjadi lebih individualis daripada masyarakat pada tipe solidaritas mekanik.

Contoh Solidaritas Organik di Masyarakat

Solidaritas mekanik berkembang menjadi solidaritas organik pada masyarakat tertentu seiring dengan berjalannya waktu. Pada dasarnya hal ini merupakan ciri keterbukaan dalam masyarakat. Adapun contoh solidaritas organik yang biasa kita jumpai di masyarakat antara lain, sebagai berikut:

  1. Tugas Kelompok

Kita sering menjumpai tugas kelompok yang diberikan oleh guru pada mata pelajaran tertentu di sekolah. Pengerjaan tugas kelompok dilakukan berdasarkan pembagian jobdesknya. Setiap anggota memiliki tugas masing-masing.

Saling ketergantungan sangat dominan pada kegiatan ini. Misalnya pada projek praktikum; si A bertugas membawa alat, si B bertugas membawa bahan, dan si C bertugas mencatat hasil praktikum yang didiskusikan bersama. Tanpa kehadiran salah satu anggota, praktikum tidak akan berjalan dengan lancar. Sebaliknya, karena ada pembagian kerja dalam kelompok, tugas menjadi lebih mudah.

  1. Event Organizer

Event Organizer merupakan kumpulan orang yang di dalamnya menyelenggarakan sebuah even atau acara mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.

Mereka memiliki peran masing-masing yang saling berkaitan. Terdapat manajer even, ada tim lapangan, ada talent officer, art director, tim panggung  dan sebagainya, Mereka mempunyai jobseks masing-masing, Namun jobdesk bidang yang satu berhubungan dengan jobdesk bidang lainnya.

  1. Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang dan orang-orang yang tergabung di dalamnya adalah salah satu contoh solidaritas organik. Perusahaan terdiri dari departemen dan divisi. Mulai dari departemen produksi yang masih dibagi menjadi bagian bahan baku, produksi, alat produksi dan semacamnya.

Departemen keuangan yang mengurusi masalah modal, pemasukan, pengeluaran dan laba perusahaan. Departemen pemasaran yang mengurusi masalah penjualan barang produksi kepada konsumen.

Ketika satu departemen tidak melaksanakan fungsinya dengan baik, maka keberjalanan usaha tidak akan lancar. Mereka saling ketergantungan satu sama lain, namun misalnya departemen keuangan tidak mungkin mengerjakan tugas departemen produksi sehingga tugas dilakukan individu.

  1. Perusahaan Pers

Perusahaan pers merupakan perusahaan yang berkecimpung di bidang pers atau berita. Mereka terbagi menjadi beberapa departemen seperti manager, sekretaris, keuangan, pencari berita, redaktur,editor, pengiklanan, bagiian percetakan, penerbitan di mana di setiap departemen terbagi menjadi bagian-bagian lagi.

Setiap bidang mempunyai tim masing-masimg. Setiap tim juga memiliki tugas individu lagi. Berita tidak akan ada tanpa wartawan, tanpa ada penyuntingan, atau tidak ada perencanaan keuangan dan pengiklanan. Artinya, setiap komponen saling bergantung satu dengan yang lainnya.

  1. Penerbitan Buku

Sama halnya dengan perusahaan pers. Penerbitan buku ada beberapa kelompok kerja seperti penulis, editor, tim desain, pimpinan bidang kajian, manajer, sekretaris, kewirausahaan, pengelola keuangan, percetakan, penerbitan dan pemasaran.

Buku tidak akan ada tanpa adanya penulis. Buku juga tidak bisa dijual tanpa adanya penerbitan dan pemasaran. Mereka saling bergantung satu sama lain. Apabila satu komponen tidak berjalan dengan baik, maka akan berpengaruh pada kinerja komponen lain.

  1. Industri Musik

Industri musik merupakan salah satu contoh solidaritas organik di mana di dalamnya terdapat pembagian kerja yang terstruktur dengan baik.

Ada yang namanya tim produksi, penyanyi, penulis lagu, penata musik, tim iklan, produser, pengelola keuangan, pemasaran dan sebagainya. Kerja tim sangat dibutuhkan untuk menciptakan musik yang bisa dipasarkan dan menghasilkan keuntungan bagi label musik.

  1. Sistem Pertanian

Perbedaan pertanian pada masa dahulu dengan sekarang adalah ada tidaknya pembagian kerja. Pertanian modern biasanya tidak dilakukan sendiri. Manajemen pertanian dibagi menjadi tim perencanaan produksi pertanian, tim penyiapan sarana dan prasarana, tim pengembangan komoditas, tim pemasaran, dan semacamnya.

Selain dari teknologi yang digunakan sudah modern. Sistem pertanian berskala besar juga mempunyai banyak tenaga kerja yang memiliki tanggung jawab masing-masing.

  1. Pola Peternakan

Peternakan modern berskala besar yang berorientasi pada keuntungan ekonomi tidak dilakukan oleh satu orang saja.

Di dalamnya terdapat banyak orang yang terspesialisasi menjadi berbagai macam tanggung jawab. Petugas kebersihan kandang, petugas medis, petugas peningkatan kualitas dan komoditas hewan, pengelolaan pakan, pengelolaan pemasaran dan sebagainya.

  1. Manajemen Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu bentuk nyata solidaritas organik. Terdapat komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.

Seperti tenaga pendidik, tenanga adminisrasi, staf kurikulum, staf kesiswaan, pengelolaan dana sekolah, petugas kebersihan dan sebagainya. Satu saja tidak melakukan tugas dengan baik, maka kinerja komponen yang lain juga akan terganggu.

  1. Supermarket

Supermarket terdiri dari beberapa pekerja yang mempunyai tugas masing-masing. Ada kasir, pelayan, checker, manajer, pengelola keuangan dan sebagainya. Seorang kasir, tidak mungkin merangkap tugas sebagai manajer, cheker, bendahara secara bersamaan layaknya toko kelonting atau warung kecil di desa.

Kesalahan kasir dalam menghitung uang menjadi tanggungannya sehingga dia harus mengganti rugi supaya jumlah pemasukan sesuai dengan laporan yang diberikan.

  1. Restoran

Restoran juga memiliki pembagian tugas yang kompleks dan terstruktru, berbeda dengan warung makan kecil. Ada manajer, koki yang memasak, pelayan, kasir, bendahara, dan marketing. Tidak ada koki, tidak mungkin tersedia hidangan, tidak ada manajer, keberjalanan restoran tidak terorganisir

  1. Tenaga Medis

Rumah sakit atau puskemas memiliki spesialisasi dan bidang pekerjaan yang terbagi-bagi dalam menangani pasien. Ada perawat, ada dokter umum, dokter spesialis, petugas kebersihan, kasir, apoteker, petugas informasi, dan semacamnya. Perlu diketahui bahwa pekerjaan mereka saling berkaitan satu dengan yang lainya.

  1. Pemerintahan Desa

Pemerintah desa terdapat struktur organisasi yang terdiri dari kepala desa, sekretaris desa, bendahara, dan seksi pemerintahan, dan perangkat desa yang lain hingga BPD. Mereka memounyai tugas masing-masing namun masih merupakan satu kesatuan yang saling bergantung.

  1. Sistem Layanan Pemerintah

Sistem pelayanan pemerintah misalnya badan pertanahan negara. Masyarakat membuat akta tanah. Di dalam badan pertanahan banyak individu yang terhubung karena beban kerjanya.

Pengajuan pembuatan akta tanah kepada petugas pelayanan, berkas pengajuan yang diterima akan segera dilakukan pengukuran tanah oleh tim lapangan, kemudian, dilanjutkan tim gambar batas tanah, ada tim buku tanah yang menyimpan seluruh akta tanah masyarakat, ada notaris yang mendukung kelegalan akta. Melalui pembagian kerja yang dilakukan secara individu, mereka merasa saling bergantung.

  1. Proses Hukum

Dalam proses sistem hukum di Indonesia, terdapat bentuk solidaritas dan hubungan yang saling ketergantungan antara pihak satu dengan pihak lain.

Polisi yang berusaha melakukan penyelidikan dan penyidikan, jaksa yang menuntut perkara, hakim yang memutuskan perkara, dan panitera yang mencatat perkara di persidangan. Mereka adalah komponen yang tidak bisa dihilangkan salah satunya.

Itulah tadi uraian yang bisa kami bagikan pada kalian, berkenaan dengan contoh solidaritas organik yang ada di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa memberikan pemahaman dan juga menambah pengetahuan bagi semuanya.

Datar Pustaka
  • http://digilib.uinsby.ac.id/4176/5/Bab%202.pdf
  • http://eprints.uny.ac.id/18521/4/BAB%20II.pdf
Gambar Gravatar
Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *