Pengertian Tuna Karya, Faktor, Dampak, Upaya Mengatasi dan Contohnya

Diposting pada

Tuna Karya Adalah

Tuna karya merupakan istilah yang sering kita dengar dalam kehidupan segari-hari. Sebenarnya tuna karya itu apa dan siapa saja yang menyandang status sebagai tuna karya? Lalu  bagaimana jika tuna karya dibiarkan, bagaimana dampaknya di masyarakat serta apakah ada solusinya?. Oleh karena serangkain pertanyaan di ataslah, melalui artikel ini akan dibahas mengenai pertanyaan tersebut.

Tuna Karya

Tuna Karya dalam kehidupan bermasyarakat biasanya akrab dikenal dengan pengangguran. Pengangguran disini tentusaja diidentikkan dengan orang yang tidak memiliki pekerjaan atau tidak melakukan apa-apa sama sekali dalam sehari-hari, sehingga bisa dikatakan tidak produktif serta mempu menciptakan ketimpangan sosial.

Pengertian Tuna Karya

Tuna karya adalah seseorang yang belum memiliki pekerjaan, atau orang yang memiliki pekerjaan namun hanya 2 kali dalam seminggu atau bisa disematkan untuk orang yang sedang mencari pekerjaan yang sangat layak.

Tak hanya itu, tuna karya juga diperuntukkan untuk orang yang bekerja namun jenis pekerjaannya tidak produktif. Penyandang tuna karya juga disematkan bagi orang yang tidak berpenghasilan dan tidak mau mencari atau berusaha mendapatkan pekerjaan.

Faktor Penyebab Tuna Karya

Tuna karya tidak terjadi begitu saja. Pasti ada hal yang menyebabkan sesorang menyandang status sebagai tuna karya. Faktor yang menyebabkan seseorang menjadi tuna karya tidak hanya faktor dari luar tetapi juga dari faktor pribadi dari orang yang menyandang tuna karya tersebut.

Eksternal

Faktor eksternal terdiri dari beberapa faktor seperti yang di bawah ini :

  1. Jumlah penduduk yang sudah terlalu banyak tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia. Banyak yang ingin mencari pekerjaan tetapi tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan.
  2. Banyak angkatan kerja yang belum memenuhi klasifikasi yang diminta oleh penyedia lapangan pekerjaan. Banyak lapangan kerja yang menuntut pelamar untuk memenuhi klasifikasi yang ditentukan apalagi zaman sekarang ini yang dibutuhkan bukan hanya nilai akademik melainkan yang dibutuhkan adalah pengalaman dan skill yang mumpuni. Sedangkan kebanyakan yang di dapat dari sekolah adalah nilai akademik yang tidak bisa membuktikan skill.
  3. Adanya sistem yang diterapkan oleh perusahaan dimana kehendak perusahaan yang ingin berhemat dengan memanfaatkan teknologi dari pada membayar tenaga manusia.
  4. Teknologi yang semakin hari semakin berkembang, namun sumber daya manusianya yang kurang bisa mengelolanya.
  5. Tak hanya dari sektor perusahaan, melainkan juga dari sektor perdagangan dimana banyak sekali persaingan yang tidak sehat seperti membanting harga di bawah pasaran dan mengakibatkan rusaknya sistem dan membuat beberapa pedagang bangkrut dan kehilangan penghasilannya.
  6. Membludaknya lulusan dari perguruan tinggi yang kurang kompeten sehingga menambah daftar pengangguran intelektual.

Internal

Faktor internal dimana penyebab adanya tuna karya disebabkan oleh faktor dari dalam diri pribadi masyarakat itu sendiri. Untuk lebih jelasnya dapat di lihat dari penjelasan berikut ini :

  1. Pola pikir masyarakat yang hanya ingin melamar pekerjaan menjadi karyawan kantor atau pabrik. Mereka bahkan tidak mau mengubah untuk menjadi pengusaha mendirikan usaha sendiri. Padahal di zaman sekarang ini, perusahaan tak banyak membutuhkan orang atau tenaga kerja. Harusnya masyarakat mulai mengubah pola pikir dimana harusnya berusaha untuk mendirikan usahanya sendiri karena sekarang banyak sekali peluang mendirikan usaha dengan menjadi reseller atau penjual online.
  2. Kedua, masyarakat maunya ingin memiliki pekerjaan yang bagus, tetapi mereka kurang berusaha belajar dan meningkatkan wawasan. Mereka hanya terima bermodalkan tenaga dan ijazah pendidikan terakhir.
  3. Adanya rasa malas yang berlebih di dalam diri masyarakat. Banyak yang ingin punya penghasilan banyak tetapi malas untuk berusaha dan berpikir.
  4. Masyarakat masih memiliki rasa putus asa jika usaha yang sudah diusahakan belum berhasil maka mereka akan pasrah dan tidak mencoba lagi.
  5. Adanya rasa kurang percaya diri dalam diri masyarakat dalam mendirikan usaha. Ketika mendapat kritikan dan masukkan terkadang malah membuat masyarakat minder. Seharusnya kritikan dan masukan dijadikan sebagai penyemangat dan dijadikan modal untuk mengembangkan usaha agar lebih baik lagi.

Seperti itulah penyebab masyarakat menjadi penyandang tuna karya. Jangan hanya menyalahkan pihak luar, tetapi cobalah untuk intropeksi diri mungkin semangat dan usahamu kurang.

Dampak Tuna Karya

Selanjutnya, jika penyandang tuna wisma dibiarkan dan terus meningkat maka akan berdampak di dalam berbagai bidang terlebih bagi penyandang tuna karya itu sendiri. Adapun dampak tersebut adalah sebagai berikut :

Segi Ekonomi

Adapun dalam perkonomia. Tuna karya ini memiliki akibat sebagai berikut;

  1. Meningkatnya jumlah kemiskinan di Negara Indonesia, Jika tuna karya dibiarkan dan terus menerus bertambah maka akan menambah daftar angka kemiskinan di Indonesia. Padahal saat ini angka kemiskinan sudah terlalu besar.
  2. Memperbesar anggaran negara dalam mengatasi kemiskinan, Tak hanya penyandang tuna karya yang rugi, melainkan negara juga harus merugi dikarenakan akan semakin banyak anggaran dana yang akan dicurahkan hanya untuk bantuan kemiskinan.
  3. Tuna karya atau pengangguran dapat menurunkan tingkat daya beli masyarakat dalam bidang perdagangan. Setelah itu juga akan berdampak pada turunnya hasil pendapatan jual beli di perdagangan.
  4. Adanya tuna karya atau pengangguran yang terus meningkat dari tahun ke tahun akan mengakibatkan turunnya tabungan negara dikarenakan akan terkuras untuk menanggulangi kemiskinan.
  5. Menghalangi adanya investasi yang dilakukan oleh pihak tertentu dikarenakan adanya tingkat pengangguran yang tinggi dan kemiskinan. Pati pihak yang akan berinvestasi akan berpikir efektif atau tidak jika berinvestasi di negara yang penduduknya banyak yang menganggur dan miskin.
  6. Menngkanya kegiatan ekonomi secara ilegal yang dilakukan oleh para pengangguran intelektual.

Segi lingkungan sosial

  1. Keamanan akan terganggu dikarenakan banyaknya kriminalitas yang terjadi. Seperti contohnya akan banyak kejadian copet, maling, rampok dan begal. Semakin hari kebutuhan akan semakin meningkat, namun jika tidak diimbangi dengan pemasukan yang stabil maka kebutuhan sulit untuk dipenuhi. Bagi orang yang pemikirannya sempit pasti akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kebutuhannya.
  2. Banyak anak yang akan putus sekolh dikarenakan orangtuanya tidak memiliki pekerjaan dan tidak sanggup untuk membiayai biaya sekolah anaknya.
  3. Tingginya tingkat pengangguran atau tuna karya akan menyebabkan kesenjangan sosial di dalam suatu lingkungan masyarakat.
  4. Kehidupan pribadi masyarakat yang menyandang tuna karya tidak akan tenteram karena tidak ada pemasukan yang cukup untuk kehidupan di masa mendatang.
  5. Masyarakat dengan penyandang tuna karya dengan mental mudh menyerah akan menggunakan cara instan dalam memenuhi kebutuhannya seperti dengan menggunakan pinjaman dari rentenir dengan model gali lubang tutup lubang.

Seperti itulah dampak dari adanya tuna karya jika terus-terusan dibiarkan. Maka dari itu diperlukan usaha yang diakukan secara terus menerus untuk menanggulangi permasalahan ini.

Upaya Mengatasi Tuna Karya dan Contohnya

Setiap masalah pasti memiliki jalan keluar. Tentu saja dengan permasalahan tuna karya. Saat ini pemerintah telah berusaha untuk mengurangi jumlah tuna karya atau pengangguran, adapun contoh usaha penyelesaian tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Pemerintah memberikan pinjaman modal kepada masyarakat agar dihunakan untuk modal usaha. Contohnya melalui program PNPM
  2. Pemerintah memberikan bekal ketrampilan bagi generasi muda seperti contohnya kursus bengkel dan kursus komputer secara gratis, agar kedepannya mereka mampu untuk membuka usaha sendiri.
  3. Melakukan penyuluhan atau workshop dalam menghimbau masyarakat untuk mau menciptakan usaha sendiri atau biasa disebut dengan berwirausaha. Seperti contohnya penyuluhan di ruang pertemuan kantor desa guna membahas ajakan untuk berwirausaha.
  4. Pemerintah seharusnya lebih mampu menjunjung produk lokal dan menggunakan produk lokal di dalam proses produksi. Seperti contohnya dalam menggunakan mobil dinas, harusnya mereka lebih bangga dalam menggunakan mobil dinas produksi anak negeri dari pada mobil pabrikan luar negeri. Harusnya pemerintah mampu membantu usaha anak negeri dalam mengembangkan usahanya bukan malah membuat mental anak yang sudah berkarya menjadi jatuh dikarenakan pemerintahnya sendiri kurang mendukung karya anak bangsa.
  5. Melakukan penyuluhan untuk masyarakat bagaimana cara memanfaatkan teknologi dengan baik. Seperti misalnya mengajari masyarakat bagaimana memanfaatkan sosial media untuk berjualan produk-produk lokal, bagaimana caranya memasukkan barang agar terdapat di toko unline yang sudah terkenal seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak dan lain-lain.
  6. Pemerintah harus mampu mendorong UMKM agar bisa maju dan berkembang dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru. Seperti home industri sprei yang berada di Klaten yang mampu menyerap tenaga kerja hampir satu desa untuk menjadi tenaga penjahit sprei.

Seperti itulah kiranya usaha yang bisa dilakukan untuk mencegah bertambahnaya angka tuna karya yang ada di Indonesia. Selain pemerintah yang berusaha baiknya masyarakat harus memupuk kembali semangat untuk berusaha agar tidak menjadi tuna karya.

Itulah tadi artikel yang sudah kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan beragam bahasan tentang pengertian tuna karya, faktor penyebab, dampak, upaya mengatasi dan contoh tindakan yang bisa dilakukan. Semoga mengedukasi. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *